Tak Disangka! Jual Saham untuk Beli Surat Utang, Terungkap Tujuan Sandiaga Sebenarnya


SURATKABAR.ID – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menjual saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk., perusahaan miliknya. Ia menjual 51,4 juta lembar saham dengan harga penjualan Rp 1.776 per lembar atau nilai total mencapai Rp 194,09 miliar.

Dilansir Tribunnews.com dari Kompas pada Sabtu (6/10/2018), Sandiaga mengaku sebagian dari hasil penjualan saham perusahaan miliknya tersebut akan digunakan untuk membiayai kampanye. Selain itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut juga mengakui ada tujuan lain di balik penjualan sahamnya.

“Saya mau menunjukkan kalau dari kami. Kami akan transparan. Kalai saya itu sumbernya penjualan saham, sebagian mungkin nanti akan mendanai kampanye,” ujar Sandiaga ketika ditemui usai acara diskusi di Sunter, Jakarta Utara, pada Jumat (5/10) kemarin.

Tak hanya digunakan untuk mendanai kampanye, Sandiaga mengungkapkan hasil penjualan saham perusahaannya akan digunakan membeli obligasi atau surat utang yang dirilis negara. Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Koalisi Adil Makmur Dahnil Anzar.

Melalui akun Twitter miliknya, @Dahnilanzar, jubir pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini awalnya membenarkan kabar tersebut. Ia kemudian mengungkapkan tujuan Sandiaga membeli surat utang negara dengan hasil penjualan saham Saratoga.

Baca Juga: Prabowo Didesak Mundur dari Cawapres Gara-Gara Sandiwara Ratna Sarumpaet, Fadli Zon: Memangnya…

Bang @sandiuno memutuskan menjual sejumlah saham Saratoga miliknya, kemudian membeli surat hutang negara,” demikian bunyi cuitan Dahnil Anzar membenarkan kabar penjualan saham untuk membeli surat utang negara, pada Sabtu (6/10).

Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan Sandiaga Uno sengaja membeli surat utang negara demi memberikan kepercayaan masyarakat luas kepada perekonomian Indonesia. “Sebagai salah satu upaya memberikan kepercayaan publik kpd ekonomi Indonesia,” sebut Dahnil.

Tak hanya itu, sang jubir Prabowo-Sandiaga ini juga mengungkapkan langkah tersebut terpaksa diambil mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia saat ini sedang sangat membutuhkan bantuan dana. “Di mana APBN kita sedang membutuhkan sokongan pembiayaan. @prabowo,” tulisnya.

Adapun informasi penjualan saham PT Saratonga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) kali pertama terungkap dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa-Rabu tanggal 2-3 Oktober 2018 lalu. Ditemui di Gelanggang Olahraga Bulungan, Jakarta Selatan, Sandiaga buka-bukaan.

“Salah satu dari pemikiran saya adalah menggunakan hasil dari divestasi tersebut untuk membeli obligasi-obligasi pemerintah,” ujar Sandiaga, Jumat (5/10), dikutip dari Tempo.co. “Ini untuk mendukung kekuatan ekonomi kita karena negara butuh pembiayaan sekarang,” imbuhnya.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]