Setelah Diserang Relawan Gempa, Dahnil Azar Sebut Politikus Muda Cuma Modal HP dan Ngafe


SURATKABAR.IDKetua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak melihat adanya ancaman demokrasi atas kemunculan anak muda yang kini terjun ke politik. “Karena anak-anak muda yang terjun ke politik, modal dan model demokrasinya hanya HP (handphone) dan ngafe,” kata Dahnil dalam seminar kebangsaan di Hotel Santika Depok, Jumat, 5 Oktober 2018.

Dilansir dari tempo.co, Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga itu pun menceritakan proses panjang yang dilaluinya sebagai aktivis, sebelum terjun ke dunia politik. Saat itu, kata dia, berdebat menjadi hal yang biasa, namun tak memutus tali silaturahmi dengan lawan debatnya. Tetapi, Dahnil mengatakan, anak muda yang terjun ke politik saat ini tidak demikian.

“Saya bisa beda dengan siapapun tapi tidak pernah memutus tali silaturahim. Saya beda dengan PKB, tapi dengan Cak Imin saya bisa bersilaturahim dengan biasa. Maksud saya, politik kita tampil jadi politik yang baper karena modal HP dan ngafe, jadi politiknya alay”, kata dia.

Menurut Dahnil Anzar, anak muda berpolitik saat ini menganggap orang lain sebagai musuh jika berbeda pilihan politik. Sehingga, ia melihat politik saat ini sudah tidak lagi menjadi ajang adu gagasan dan argumentasi.

Baca Juga: Jadi Jubir Pemenangan, Dahnil Azar Justru Bongkar Kelemahan Prabowo. Ada Apa?

Padahal, bagi Dahnil, politik merupakan seni merangkai argumentasi dan membangun nalar. “Karena enggak mampu merangkai argumentasi dan narasi yang baik, yang terjadi saling menjelekkan,” ujarnya.

Sebelumnya Dahnil menjadi pembicaraan karena twitnya yang dianggap provokasi dibalas oleh seorang warga net yang menjadi relawan gempa Palu. Hal tersebut semakin ramai karena putra sulung presiden Gibran Rakabuming, ikut menanggapi cuitan warganet, Jumat (5/10/18).

Kali ini, Gibran menanggapi cuitan warganet pengguna akun @MurtadhaOne terkait juru bicara tim pemenangan Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang dianggap gagal mempolitisir hoaks dan gempa di Sulawesi Tengah.

Akun tersebut menuliskan cuitan untuk menanggapi relawan gempa palu yang menyerang Dahnil Ahzar.

“Setelah gagal mempolitisir Hoaks,

Jubir timses Prabowo @Dahnilanzar mencoba mempolitisir Korban Gempa Sulteng.

Dan Langsung KO “dihajar” mbak2 yg sedang menolong korban gempa disana,” tulisnya.

Gibran pun menanggapi hal tersebut dengan balasan singkat berupa emoji yang menunjukkan ekspresi sedih “:(“.