Facebook, Apple dan Google Sumbangkan Rp 45 Miliar untuk Gempa Palu-Donggala


SURATKABAR.ID – Guna membantu penanggulangan bencana alam gempa bumi dan tsunami yang menimpa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Facebook memberikan donasi sebesar 1 juta Dollar AS, atau sekitar Rp 15 miliar melalui Palang Merah Indonesia (PMI). Hal ini disampaikan langsung oleh CEO sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dalam akun Facebook pribadinya. Demikian juga dengan COO Facebook, Sheryl Sandberg yang mengunggah status serupa Zuck.

Menukil laporan Kumparan.com, Facebook bersama WhatsApp menyumbangkan sekitar Rp 15 miliar kepada PMI. Menurut siaran pers perusahaan mereka yang diterima di Jakarta, Facebook Indonesia menyatakan komitmennya untuk mendukung pemerintah daerah setempat melakukan proses pemulihan.

“Kami turut berbelasungkawa kepada masyarakat Indonesia yang berusaha pulih dari gempa bumi dan tsunami yang mematikan baru-baru ini. Sebagai bantuan, Facebook menyumbangkan 1 juta dolar AS (Rp 15 miliar) kepada Palang Merah Indonesia,” demikian dituliskan Zuckerberg, Kamis (04/10/2018), waktu Indonesia, sebagaimana dikutip dari laporan KelanaKota.SuaraSurabaya.net.

“Jika Anda tertarik untuk membantu upaya pemulihan, Anda dapat menyumbang ke GlobalGiving melalui halaman tanggapan krisis,” imbuh Mark Zuckerberg, dilansir dari laporan AntaraNews.com.

Selain itu, Facebook Indonesia juga berkomitmen membantu komunitas, termasuk LSM dan bisnis kecil yang terkena dampak dari bencana, serta membantu mereka bangkit kembali melalui program Laju Digital.

Baca juga: Tanggapi Terjadinya Penjarahan, Presiden Izinkan Bantuan Internasional Untuk Palu-Donggala

Our thoughts go out to the people of Indonesia as they recover from the recent deadly earthquake and tsunami. To assist…

Posted by Mark Zuckerberg on Wednesday, October 3, 2018

My heart is with everyone who is suffering and experiencing loss after the devastating tsunami and earthquake in…

Posted by Sheryl Sandberg on Wednesday, October 3, 2018

Pasca bencana, Facebook Indonesia menyebutkan bahwa banyak orang yang menggunakan Penanggulangan Krisis, Grup dan Penggalang Dana (Fundraisers) untuk membantu sesama dan mengerahkan bantuan.

“Setelah tsunami terjadi, banyak orang yang menggunakan (fitur) Penanggulangan Krisis, Grup dan Penggalang Dana (Fundraisers) untuk mengerahkan bantuan dan membantu sesama,” sambung Facebook.

Pemanfaatan WhatsApp

Facebook menambahkan, masyarakat Indonesia telah memanfaatkan layanan mereka untuk mengumpulkan bantuan. Selain Facebook, aplikasi pesan instan WhatsApp juga banyak dipakai untuk memberitahu teman serta keluarga bahwa mereka dalam keadaan selamat, meminta bantuan, berbagi informasi, dan menggalang dana bagi korban selamat yang terkena dampak bencana.

Warga Palu dan Donggala sendiri menggunakan Info Kota Palu, sebuah grup Facebook yang mempunyai lebih dari 530.000 anggota, guna berbagi informasi detail tentang tempat atau lokasi untuk mendapatkan bantuan serta informasi terkini.

Tak hanya itu, lebih dari 1.300 orang meminta bantuan melalui Community Help untuk mencari orang terdekat mereka yang hilang. Selain itu, hal yang paling sering ditanyakan di Community Help ialah informasi, makanan, tempat pengungsian, dan ketersediaan air bersih.

Adventist Development and Relief Agency (ADRA) International telah berhasil menggalang dana hingga lebih dari 57.000 dolar AS atau sekitar Rp 859 juta di Facebook untuk Dana Darurat Tsunami Indonesia, dikutip dari laporan Liputan6.com.

Di samping itu, World Vision juga telah mengumpulkan lebih dari 20.000 dolar AS, atau sekitar Rp 300 juta untuk membantu para korban selamat dengan menyediakan makanan, air, dan juga tempat penampungan untuk para pengungsi.

Apple dan Google Ikut Menyumbang

Sementara itu, menukil laporan CNNIndonesia.com, bos Apple, Tim Cook juga ikut menyampaikan rasa simpatinya terhadap korban bencana alam Palu-Donggala. Melalui akun Twitter pribadinya, ia menyampaikan hal tersebut, tak lupa disertai pemberian donasi sebanyak 1 juta Dollar AS (Rp 15 miliar).

Lewat cuitannya, Cook menyatakan duka mendalam atas bencana yang dialami masyarakat Sulawesi. Cook juga mengungkapkan bahwa Apple memberikan bantuan untuk korban bencana.

“Apple mendonasikan US$1 juta untuk membantu korban karena negara indah ini tengah dalam upaya untuk membangun kembali,” tulis Cook lewat akun Twitter pribadinya.

Sementara itu, dalam laporan Detik.com, disebutkan bahwa Menko Polhukam Wiranto menjelaskan ada 14 negara yang sudah terdaftar untuk mengirimkan bantuan. Misalnya, bantuan pesawat C-130 untuk keperluan pengiriman logistik via jalur udara.

Sebelumnya, raksasa internet Google juga turut berduka cita atas musibah gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Perusahaan yang dipimpin oleh Sundar Pichai ini juga mendonasikan bantuan dari karyawan Google yang jika dirupiahkan nilainya mencapai Rp 15 miliar.

Informasi ini disampaikan langsung oleh CEO Google, Sundar Pichai, melalui akun Twitter-nya @sundarpichai.

“Kami ikut berduka cita atas gempa bumi dan tsunami di Indonesia. @googleorg dan Googler menyumbang USD 1 juta (setara Rp 15 miliar) untuk mendukung upaya bantuan,” ujar Sundar Pichai.

Googler sendiri diketahui merupakan sebutan untuk karyawan yang bekerja di Google.  Masih di cuitan yang sama, Pichai juga mengatakan bahwa Google mengaktifkan fitur SOS Alert untuk memberikan info darurat bagi mereka yang terkena dampak bencana ini.

Dengan demikian, total sumbangan dari Facebook, Google dan Apple untuk Sulawesi Tengah adalah kurang lebih Rp 45 miliar.