Sempat Tertimbun Reruntuhan Bangunan dan Berhasil Selamat dari Gempa Palu, Gadis Ini Beri Kesaksian Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Gempa dan tsunami Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyisakan trauma dan luka mendalam bagi para korban selamat. Akibat bencana tersebut, ribuan jiwa melayang dan bangunan-bangunan pun rata dengan tanah. Salah satunya adalah Hotel Roa-Roa di Lolu Selatan.

Tak sedikit jiwa melayang lantaran tertimpa reruntuhan bangunan saat berusaha menyelamatkan diri dari guncangan gempa berkekuatan 7,8 Magnitudo tersebut. Beberapa korban yang meninggal dunia adalah atlet paralayang. Namun demikian, beberapa orang masih beruntung selamat dari musibah tersebut.

Salah satunya, seperti dilansir dari laman Grid.ID dari channel YouTube KompasTV pada Kamis (4/10/2018), adalah seorang gadis berusia 15 tahun bernama Lusia Zefanya. Ia memberikan kisah menegangkan bagaimana dirinya bisa selamat setelah sempat tertimpa puing hotel.

Ketika tanah mulai berguncang, Lusia yang awalnya sedang tidur mengaku dibangunkan untuk segera lari menyelamatkan diri. Tak menunggu lama, ia pun bergegas lari ke tangga darurat. Namun lantaran guncangan begitu dahsyat, Lusia tak sanggup melewatinya. Ia memutuskan kembali dan berdiam diri di satu titik.

“Waktu gempa saya sedang tidur dan saya dibangunkan karena gempa yang cukup kuat, nah setelah itu saya keluar. Cari jalan keluar, saya lewat di tangga darurat. Terus saat lewat di tangga darurat itu tangganya sudah giyang-goyang dan rubuh, jadi saya kembali lagi untuk tetap diam di tempat,” tuturnya.

Baca Juga: Ketika Dahsyatnya Tsunami Palu Bikin Para Ilmuwan Dunia Terheran-Heran, Ini Penyebabnya

Saat diam, Lusia mengaku sempat tertimpa reruntuhan bangunan tepat di kepalanya. Bahkan akibat puing-puing hotel yang runtuh, kakinya sampai terjepit. Ia pun berusaha untuk mengeluarkan batu-batu agar dirinya bisa keluar dari tempatnya berdiri sebelumnya.

“Hanya diam di tempat di antara dekat mau menuju lift sampai bangunan tu udah mengenai saya dan kaki saya tuh kejepit batu-batuan. Jadi saya usaha sendiri untuk mengeluarkan batu-batu ini agar saya bisa keluar dari sini,” jelas Lusia.

Begitu berhasil dari runtuhan puing hotel, Lusia kembali berjuang meminta pertolongan dari orang-orang yang ada di luar. Beruntung teriakannya terdengar oleh orang yang saat itu berada di halaman hotel. Mereka menanggapinya dan menanyakan lokasi gadis tersebut.

Menggunakan sinar ponselnya, Lusia memberikan tanda kepada orang-orang yang akan menyelamatkannya. “Saya minta tolong dan orang di sekitar halaman luar Hotel Roa-Roa ini tanya di mana. Terus saya palai blitz HP kasih arahan sama mereka,” ungkapnya.

Dengan petunjuk dari sinar ponsel Lusia, orang-orang di halaman hotel berhasil menemukannya. “Trus mereka datangi dan setelah datangi mereka dudukin saya di halaman sini dan beberapa saat kemudian ambulans datang,” imbuh Lusia yang kemudian dievakuasi dan dirawat di Rumah Sakit Budi Harapan.

Simak videonya di bawah ini: