Ma’ruf Minta Penyebar Hoaks Ditindak, Dedi Mulyadi Justru Doakan Ini Untuk Ratna Sarumpaet


SURATKABAR.IDCalon Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin angkat bicara mengenai isu kontroversi hoax mengenai penganiayaan aktivis perempuan Ratna Sarumpaet.

Dilansir dari viva.co.id Ma’ruf mengimbau hal ini tidak perlu menjadi bahan perbincangan lebih lanjut. Apalagi sudah dinyatakan kabar penganiayaan tersebut tidak terjadi dan sudah dibuktikan aparat kepolisian.

“Sebenarnya enggak ada masalah, cuma beda pendapat, enggak ada masalah,” ujar Ma’ruf di sela pertemuan dengan Ketua TKD Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di Kabupaten Purwakarta, Rabu, (2/10/18).

Dedi menambahkan, dengan kejadian tersebut, berharap semua pihak tidak terpancing dengan kabar bohong yang bermunculan. Bahkan Dedi mendoakan semoga Ratna Sarumpaet mendapatkan kesehatan setelah menjalani operasi plastik.

Baca Juga: Ratna Sarumpaet Berbohong, Rachel Maryam Minta Maaf Usai Panen Hujatan

“Semoga Ibu Ratna Sarumpaet setelah bedah plastik bisa tampil cantik di depan publik. Beliau harus bisa memberikan penjelasan kepada pihak kepolisian dan masyarakat luas,” tambahnya.

Dedi menilai, sosok Ratna Sarumpaet jangan sampai menjadi bahan gunjingan. Sepak terjangnya sebagai aktivis harus diapresiasi.

“Keberanian beliau untuk bersikap kritis itu bukan hanya di era Pak Jokowi. Kita harus melihat beliau dari sejak era Pak Harto dan Pak Habibie. Keberaniannya tidak hilang, malah lebih dari kaum lelaki,” ucapnya.

Aktivis Ratna Sarumpaet sudah mengakui isu penganiayaan terhadap dirinya adalah kabar hoax. Ma’ruf Amin meminta agar penyebar hoax isu itu ditindak.

“Ya harus ditindak dan yang menindak adalah penegak hukum yang memiliki otoritas,” kata Ma’ruf Amin kepada wartawan di Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (3/10/18) dilansir dari detikcom. Ma’ruf menjawab soal tindakan yang diambil kepada pihak yang menyebarkan hoax terkait Ratna.

Ia menyayangkan karena kubu Prabowo tidak mencari kebenaran terkait berita itu. Ma’ruf juga meyakini sebelumnya bahwa kabar itu adalah berita hoax.

“Saya kira, kalau sudah bohong, tidak benar, ya dukungannya itu dukungan, saya tidak tahu bentuk apa, katanya itu bohong. Berita hoax,” imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, Ratna mengakui kabar penganiayaan terhadap dirinya adalah berita hoax. Ratna pun berharap agar kegaduhan itu segera mereda.

“Saya mohon apa pun yang saya sampaikan hari ini, sesuatu yang membuat kegaduhan dua hari terakhir ini mereda dan membuat kita semua bisa saling memaafkan,” kata Ratna dalam jumpa pers di kediamannya, Jalan Kampung Melayu Kecil V/24, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/18).