Kabar Hoaks Gempa Sulteng Resahkan Masyarakat, Ini Instruksi Presiden


SURATKABAR.IDMenteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyatakan tak ragu menindak tegas penyebar kabar bohong (hoaks) terkait gempa serta tsunami di Palu dan Donggala.

“Jangan sampai muncul hoaks, berita tidak benar yang meresahkan masyarakat, tidak enak, dan tidak elok,” ujar Wiranto di Kantor Presiden, Selasa (2/10/18) dilansir dari cnnindonesia.com.

Hal tersebut disampaikan Wiranto usai mengikuti rapat terbatas menangani dampak gempa dan tsunami Palu-Donggala bersama Presiden Joko Widodo.

Dalam rapat terbatas, kata Wiranto, Presiden Joko Widodo menginstruksikan langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian beserta jajaran Polri tak ragu menangkap penyebar hoaks, terutama tentang bencana di Palu-Donggala.

Baca Juga: Miris! Inilah Penampakan Satelit Perumnas Balaroa yang Amblas Karena Tsunami

“Presiden menginstruksikan Kapolri, siapa pun yang memanfaatkan keprihatinan ini untuk kepentingan meresahkan masyarakat segera kami tangkap,” kata mantan Panglima ABRI ini.

Sebelumnya, beredar banyak berita bohong terkait gempa dan tsunami di Palu. Salah satunya adalah beredar kembalinya foto-foto korban gempa dan tsunami di Aceh 14 tahun lalu yang disebut sebagai korban terbaru di Palu.

Berita bohong lainnya adalah gempa susulan sekitar 8 Skala Richter kembali mengguncang Palu, meninggalnya Wali Kota Palu Hidayat Lamakarate akibat gempa, serta retaknya Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa.

Wiranto menegaskan perkembangan terbaru yang valid akan selalu disampaikan satu pintu melalui Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kami tunjuk Humas BNPB memberikan penjelasan akurat ke masyarakat. Sedangkan yang lain disesuaikan dengan pokok informasi yang disusun badan resmi yang kami tunjuk,” kata Wiranto.

“Direktorat Siber akan melakukan investigasi untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelakunya. Dalam situasi seperti ini diminta agar kita semua menggunakan akal sehat untuk tidak membuat isu yang menimbulkan kepanikan masyarakat,” tegas Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto dilansir dari detikcom, Selasa (2/1018).