Komentari Kasus Ratna Sarumpaet, Fahri Hamzah: Ini Biadab


SURATKABAR.ID – Ratna Sarumpaet dikabarkan dianiaya oleh sejumlah orang tak dikenal. Menurut kabar, ia dipukuli dan ditendang oleh pelaku yang kesemuanya pria. Akibat peristiwa itu, Ratna babak belur dan mengalami trauma.

Mengenai kejadian ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan rakyat (DPR) Fahri Hamzah mengaku tak mau berspekulasi.

“Kejadiannya 21 September yang lalu, dia sembunyi karena hancur wajahnya itu. Dia malu dan sebetulnya dia tidak mau bawa ini (ke publik). Tapi, ini biadab,” ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018), seperti dilansir dari jpnn.com.

Lebih lanjut, Fahri menyebut kasus ini sebagai ancaman kebebasan demokrasi di Indonesia. Apalagi, Ratna dikenal sebagai salah satu aktivis perempuan yang sangat vokal.

“Kami mau perempuan-perempuan lain itu vokalnya seperti Bu Ratna, tapi dianiaya seperti begitu. Menurut saya ini biadab dan harus dikejar,” lanjutnya.

Baca juga: Mengaku Dapat Ancaman Tak Boleh Ungkap Kondisinya, Kabar Penganiayaan Ratna Sarumpaet Bohong?

Oleh karena itu, ia berharap agar polisi bisa bergerak cepat mengungkap peristiwa tersebut. Kalau bisa, politikus asal Nusa Tenggara Barat ini berharap polisi menangkap pelaku dalam satu dua hari dan langsung diadili.

“Kalau tidak, teror semacam ini akan terus berlangsung kepada orang-orang yang sudah bicara,” tutur Fahri.

Fahri juga mengungkapkan bahwa sebenarnya Ratna tak ingin lapor polisi. Namun, fotonya bocor ke publik. Fahri pun telah mengonfirmasi kebenaran foto tersebut melalui Fadli Zon.

“Saya tanya Pak Fadli, dan Pak Fadli bilang memang itu benar. Mengerikan sekali ya kejadian ini menurut saya, ini ancaman bagi kita,” katanya.

Tak hanya itu, ia menilau bahwa kasus ini merupakan ancaman bagi dirinya. Sebab, selama ini ia dikenal vokal dan kritis.

“Terlepas siapa yang saya kritik tapi yang bicara seperti begini kan tidak boleh dilawan dengan kekerasan dong. Harus dilindungi,” tukas Fahri.