Foto Gerak Cepat FPI Bantu Gempa Palu Disebut Kominfo Hoaks, Ini Tanggapan Slamet Ma’arif


SURATKABAR.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebutkan di tengah-tengah kekalutan bangsa pascabencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Jumat (28/9) lalu, banyak oknum tak bertanggung jawab yang menggunakan kesempata untuk menyebarkan berita bohong alias hoaks.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu, seperti yang dilansir dari laman CNNIndonesia.com pada Selasa (2/10/2018), menyebut dari sekian banyak informasi bohong yang disebarkan, salah satunya adalah kabar mengenai aksi Front Pembela Islam (FPI) yang turut membantu di lokasi bencana.

“Hoaks gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7,7,” ungkap Ferdinandus Setu melalui keterangan tertulis pada Selasa (2/10). “Faktanya dalam gambar adalah relawan FPI membantu korban longsor di Desa Tegal Panjang, Sukabumi,” tambahnya.

Selain hoaks mengenai relawan FPI, Ferdinandus juga mengungkapkan beberapa berita lain yang berisi informasi palsu. Pertama adalah Bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa yang dikabarkan retak. Padahal setelah dilakukan pengecekan, informasi tersebut tidak terbukti.

“Faktanya Bendungan Bili-Bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa,” jelas Ferdinandus.

Baca Juga: Ketika Dahsyatnya Tsunami Palu Bikin Para Ilmuwan Dunia Terheran-Heran, Ini Penyebabnya

Kedua adalah mengenai sejumlah foto gempa dan tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 yang baru-baru ini disebarluaskan sebagai dokumentasi korban gempa dan tsunami di Palu. Berita hoaks ketiga adalah Wali Kota Palu Hidayat yang dikabarkan meninggal dunia.

“Faktanya Wali Kota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah,” jelas Ferdinandus kemudian.

Lalu berita palsu keempat adalah mengenai adanya penerbangan gratis dari Makassar menuju Palu teruntuk para keluarga korban. “Faktanya Pesawat Hercules TNI AU menuju ke Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat,” tuturnya.

“Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makassar,” imbuh Ferdinandus.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijak mengambil informasi yang ada di media dan tak mudah mempercayai kabar yang ada. Ia juga meminta dengan sangat agar masyarakat tak lagi menyebarluaskan informasi tanpa disertai bukti sebenarnya.

Dihubungi secara terpisah, Juru Bicara FPI Slamet Ma’arif membantah bahwa gerak cepat relawan FPI membantu korban gempa dan tsunami di Palu hanyalah hoaks semata. Ia dengan tegas menyampaikan pihaknya sejak hari pertama bencana sudah menuju ke lokasi. Selanjutnya, tambah Ma’arif, ada tim dari FPI yang masih menempuh perjalanan menuju ke Palu.

“Tim yang dari pusat sebagian sudah masuk. Sebagian lagi masih di perbatasan untuk masuk, FPI Makassar juga sedang berusaha masuk,” kata Ma’arif ketika dimintai konfirmasi, pada Selasa (2/10).

Slamet Ma’arif mengungkapkan, setidaknya ada 50 anggota FPI Palu yang sudah bergerak di lokasi bencana. Sementara ada sekitar 200 anggota yang saat ini masih berada di perbatasan menuju lokasi. “Ada 500 orang juga yang kita siapkan dari beberapa wilayah untuk turun ke lapangan,” jelasnya.

Sebelumnya di media sosial, akun Twitter Lembaga Informasi Front, @LembagaF dan Intelijen FPI, @Intel_FPI mengunggah informasi yang menunjukkan bahwa relawan dari FPI sudah terjun ke lapangan untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu.