Ditanya Tentang Gempa Palu, Adhyaksa Dault: Sudahlah, Gempa Ini Karena Kita Banyak Dosa


SURATKABAR.ID – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault menilai, gempa bumi yang terjadi di Palu, Donggala, dan sejumlah wilayah di Indonesia lainnya tidak semata-mata peristiwa alam. Dia justru melihatnya berdasarkan kacamata religius.

“Saya tidak melihat semata-mata ini pergeseran vulkanik, ada ketentuan Allah,” kata Adhyaksa dalam perbincangan dengan tvOne, Selasa, 2 Oktober 2018.

Tak hanya itu, mantan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka itu juga menghubungkan bencana atau musibah beruntun ini dengan perilaku religius bangsa Indonesia. “Sudahlah, gempa ini karena kita banyak dosa,” ujarnya menambahkan.

Adhyaksa juga menilai gempa Palu sudah layak ditetapkan sebagai bencana nasional mengingat dampak yang ditimbulkan begitu merusak dan luas. Ratusan orang meninggal, banyak dari korban yang hilang, juga kerusakan baik materi atau non materi lainnya.

Baca Juga: Ricuh! Warga Memaksa Masuk Landasan Pacu Bandara Palu Agar Bisa Dievakuasi

“Kita harus taubat nasuha, kembali ke Allah. Kamu yang sabar, semangat terus ya,” kata Adhyaksa kepada salah satu keluarga korban.

Sebelumnya, gempa dan tsunami terjadi di Donggala dan Palu pada Jumat sore 28 September 2018. Air tsunami masuk ke daratan hingga beberapa kilometer dan meratakan wilayah yang merupakan padat penduduk.

Setelah itu, gempa susulan terus terjadi. Bahkan hari ini, gempa mengguncang wilayah Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, juga Tenggara Donggala, Sulawesi Tengah.

Beberapa waktu yang lalu, gempa juga meluluhlantakkan wilayah Nusa Tenggara Barat, juga Bali.

Sumbangan kemanusiaan juga dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah TNI.

TNI menggelar lari pagi bertajuk Fun Run 5K dalam rangka menggalang dana untuk korban gempa Lombok dan Palu, Minggu (30/9/2018). Selain anggota TNI berseragam lengkap, acara olah raga sambil beramal itu juga diikuti ratusan anggota komunitas lari Jakarta.

“Hari ini kita lari sekaligus menggalang dana pundi amal untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana alam baik di Lombok maupun di Palu,” ujar Kepala Penerangan Kodam Jaya Kolonel Kristomei Sianturi di Senayan, Jakarta dilansir dari liputan6.com.

Acara tersebut diikuti oleh sekitar 200 personel TNI dari berbagai matra dan juga 700 anggota komunitas lari Jakarta. Lari dimulai dari FX Plaza Senayan menuju ke jembatan Semanggi dan kembali ke titik awal.

“Ada surprise pada saat di Semanggi ada anggota TNI baik darat, laut, udara akan rappeling terjun dari Semanggi atas ke bawah menyambut teman-teman yang sedang lari,” katanya.

Kotak amal penggalangan dana sebagian dibawa lari oleh beberapa peserta. Sebagian kotak lagi diletakkan di sekitar FX Plaza Senayan. Selain itu, TNI juga akan melelang baju olahraga yang ditandatangani oleh para petinggi komunitas lari.

Tak hanya itu, TNI juga memamerkan beberapa alat utama sistem persenjataan (alutsista) di area car free day (CFD) tepatnya di depan FX Plaza Senayan. Dua panser anoa yang dipajang menjadi daya tarik masyarakat untuk sekedar berfoto.

“Acara ini juga digelar dalam rangka HUT ke-73 TNI sekaligus kita promosikan event lari International Marathon 2018 The Spirit of Lombok – Sumbawa pada 4 November,” ucap Kristomei memungkasi.