Puluhan Siswa SMP di Pekanbaru Sayat Tangan Sendiri, Fakta Dibaliknya Bikin Muntab


SURATKABAR.ID – Puluhan siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Pekanbaru, nekat menyayat tangannya sendiri. Aksi tak biasa oleh para siswa ini pun menjadi perhatian pihak sekolah.

Kepala sekolah secara langsung menyampaikan kecurigaannya pada BNN. Kepala BNN Kota Pekanbaru, AKBP Sukito menyebutkan, pihaknya berhasil mengungkap peristiwa ganjil tersebut ketika menjadi pembina upacara di sebuah sekolah.

“Kita lagi ada kegiatan di sekolah, jadi pembina upacara. Tiba-tiba kepala sekolahnya menyampaikan ada semacam kecurigaan terhadap muridnya, kenapa kok muridnya banyak yang menyayat tangannya itu. Itu ada bekas luka garis gitulah pakai kaca,” terang Sukito, Jumat (28/9/2018) lalu, seperti dilansir dari jawapos.com.

Kepala sekolah pun menduga bahwa siswanya tersebut mengonsumsi narkoba hingga nekat menyayat tangannya sendiri. Pihak BNN pun akhirnya melakukan assessment untuk mengungkapnya.

“Setelah itu kita turun ke sana, kita lakukan assessment. Setelah diinterogasi mereka enggak narkoba. Setelah telusuri mereka menyebutkan minuman itu (Torpedo),” ujar Sukito.

Baca juga: Cukai 57% Untuk Vape Liquid Berlaku Hari Ini, Harga Naik?

Sukito melanjutkan, sebagian besar siswa di sekolah tersebut tenyata mengonsumsi sebuah minuman dengan merek dagang Torpedo. Minuman itu memiliki kemasan berwarna oranye dan dijual seharga Rp 1.000.

“Kami tanya, kamu berapa kali, ada yang bilang tiga sampai empat kali. Rasanya segar, cuma kalau enggak minum ada kurang, ketagihan. Pengakuan murid itu,” beber Sukito.

Dari pengakuan para murid, akhirnya dilakukan tes urine pada siswa di sekolah tersebut.

“Assessment kita ada 56 orang. Tapi yang minum sebagian besar. Setelah lakukan pengecekan dengan alat, ternyata mereka yang mengonsumsi lebih dari dua ada indikasi positif benzo (zat anastesi atau bius) tidak terasa sakit. Makanya disayat tangannya tidak terasa sakit,” terangnya.

Sementara soal aksi menyayat tangan, para siswa mengaku hanya ikut-ikutan setelah nonton di YouTube. “Tujuan menyayat karena melihat YouTube. Dicoba mungkin karena konsumsi itu rasa sakitnya kurang,” lanjutnya.

Sementara itu, berdasarkan pengecekan BNN, minuman tersebut sebenarnya tak diperuntukkan bagi wanita hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

“Tapi kenyataannya kok dijual bebas dekat anak sekolah. Berarti dari pihak ini tidak ada pengawasan dan pendistribusiannya jangan di sekolah kalau memang ada anjurannya,” tegasnya.

Untuk memastikan adanya kandungan zat Benzo dalam minuman tersebut, BNN mengirimkan sampel ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru.

“Kira-kira reaksi seperti itu dan kandungan membahayakan apa tidak. Kalau bahaya itu kewenangan BPOM,” tukasnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaBlak-blakan! Soal Ibadah, Ma’ruf Amin Ngaku Kalah dari Jokowi
Berita berikutnyaGerindra Bantah Prabowo Penculik Aktivis 98, Netizen Tanggapi Menohok