Prabowo: Mungkin Ini yang Terakhir kepada Masyarakat Indonesia


SURATKABAR.ID – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto buka-bukaan mengungkapkan niatnya kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, yakni semata-mata karena panggilan untuk mengabdikan diri sepenuhnya kepada negara, bangsa, dan masyarakat Indonesia.

Prabowo, seperti dilansir dari laman Kompas.com, Senin (1/10/2018), mengaku sebelum mendaftarkan diri sebagai bakal capres ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), ia mendapat peringatan saat mendengarkan khotbah Jumat yang mengulas tentang tanggung jawab seorang pemimpin.

Beberapa di antaranya adalah harus rela mengemban penderitaan rakyat dengan menghapuskan kemiskinan. Selain itu, seorang pemimpin negara juga berkewajiban menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.

Saat bersilaturahmi ke kediaman Kiai Maimoen Zubair di Kompleks Pondok Pesantren Al Anwar, Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Prabowo mengungkapkan dirinya sudah ditempa dengan keras selama menjadi prajurit.

“Jadi, pengalaman saya menjadi prajurit selalu saja mengalami sejumlah peristiwa hingga mempertaruhkan nyawa. Inilah yang semakin mendorong untuk terus melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara,” tutur Prabowo, pada Sabtu (29/9) lalu.

Baca Juga: Prabowo Sambangi Sesepuh NU, Komentar Kubu Jokowi Nyelekit

“Saya maju sebagai capres karena panggulan untuk mengabdi kepada negara. Mungkin ini yang terakhir kepada negara dan masyarakat Indonesia,” imbuh mantan Danjen Kopassus kelahiran 17 Oktober 66 tahun yang lalu tersebut.

Mendapatkan sambutan luar biasa meriah dari warga saat sowan ke kediaman pengasuh Ponpes Al Anwar yang lebih akrab disapa dengan panggilan Mbah Moen tersebut membuat Prabowo tak percaya. Pasalnya silaturahmi tersebut awalnya memang direncanakan diam-diam.

Spanduk bertuliskan “Silaturahmi Letjen (purn) Prabowo Subianto, Capres RI 2019 Nomor Urut 2 di Ponpes Al Anwar Sarang” di atas panggung, dan diiringi drumband Ponpes Al Anwar, turut menyambut kedatangan Prabowo yang tiba sekitar pukul 09.45 WIB.

“Sungguh penyambutan yang luar biasa dari masyarakat dan di luar dugaan,” ungkap Prabowo saat menyampaikan sambutan di depan ratusan santri Ponpes Al Anwar beserta masyarakat umum yang sengaja hadir.

Ia mengungkapkan, sudah sepantasnya sebagai seorang prajurit TNI bisa dekat dengan tokoh agama. Para prajurit TNI selazimnya terus berupaya menjalin hubungan baik dengan para kiai, salah satunya untuk mendapatkan doa restu sebelum berangkat menjalankan tugas demi kepentingan negara.

Namun Prabowo menegaskan, kedatangannya ke Ponpes Al Anwar kali ini dalam rangka silaturahmi ke kiai di sejumlah daerah. Ia tak menuntut dukungan dari para kiai, mengingat tingkatan seorang kiai berada di posisi paling atas. Ia mengungkapkan ingin memposisikan kiai di atas segala kepentingannya.

“Seorang prajurit pasti dekat dengan kiai,” ujar Prabowo. “Saya datang ke Kiai Maimoen merupakan bagian dari kebiasaan masyarakat ketika hendak masuk ke suatu daerah yang meminta izin kepada orang-orang yang dituakan.”

“Seorang kiai itu di atas, saya sowan dan tidak minta dukungan. Namun dalam hati, saya minta dukungan. Itu lain. Saya juga akan memohon doa restu ke sejumlah wilayah,” tambah Prabowo lebih lanjut.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Kiai Maemun Zubair menyambut baik kedatangan Prabowo Subianto. “Mencalonkan diri sebagai pemimpin adalah ibadah. Apa yang menjadi angan-angannya nanti Allah SWT yang akan menentukan,” ujarnya disambut seruan ‘aamiin’ dari santri.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Maemun turut menuturkan kisah ketika ikut berjuang bersama Mayor Sudirman. Saat itu Kecamatan Sarang termasuk salah satu wilayah yang belum disentuh penjajah. “Ayah saya juga ikut berjuang, termasuk saya dalam melawan penjajahan sehingga jiwa saya nasionalis dan religius,” pungkasnya.