Agil Meninggal Tertimpa Bangunan Usai Adzan, Ustadz Yusuf Mansyur Ungkapkan Hal Ini


SURATKABAR.ID – Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo dan tsunami memporak-porandakan rumah warga di Kota Palu, dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Salah seorang yang menjadi korban tewas akibat gempa, yakni Agil Abil.

Agil yang sedang azan magrib di masjid kompleks kampus IAIN Palu memilih menunutaskan tugasnya meski gempa Donggala mulai mengguncang Palu. Agil akhirnya wafat tertimpa reruntuhan bangunan masjid.

Agil Abil merupakan mahasiswa yang mengambil jurusan S1, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan di IAIN Palu. Kabar meninggalnya Agil sampai ke Ustaz Yusuf Mansur.

Ia pun menginformasikan mengenai kabar meninggalnya Agil lewat akun Instagram miliknya. Dalam postingannya, Agil juga merupakan salah satu member paytren.

Baca Juga: Kisah Haru Agung Gunawan, Korbankan Nyawa Demi Selamatkan Pesawat dari Gempa Palu

“Agil Abil wafat saat adzan di masjid. Runtuh saat gempa. Ya Allah nangis saya nih. Membaik salatnya, membaik akhlaknya,” kata Yusuf Mansur saat dikonfirmasi, Minggu  (30/09/18) dilansir dari kumparan.com.

Sebelum meninggal, ternyata Agil sempat mengunggah tentang pertemuannya dengan Ustaz Abdul Somad di media sosial Facebooknya.

Dalam postingan tersebut, Agil sangat bersyukur bisa bertemu dengan Ustaz Abdul Somad. Bahkan Agil mendapatkan tanda tangan Ustaz Somad di buku yang berjudul 32 Naskah Khutbah.

Postingan terakhir itu langsung dibanjiri ucapan bela sungkawa dalam kolom komentar.

Sebelumnya kisah petugas AirNav, Agung Gunawan, yang meninggal dunia setelah melaksanakan tugas juga menjadi perbincangan.

Agung adalah petugas yang memandu pesawat terakhir yang terbang dari Palu, persis saat gempa terjadi.

Agung ini saat itu sedang bertugas memandu pilot Batik Air untuk lepas landas.

Saat itu Agung memastikan bahwa pesawat telah lepas landas, namun dirinya justru tidak selamat karena menara air traffic controller sudah roboh sebelum dirinya sempat menyelamatkan diri.

Atas jasanya ini, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia memberikan apresiasi yang luar biasa terhadap dedikasi yang ditunjukkan Agung.

Direktur AirNav Indonesia, Novie Riyanto, telah berada di Makassar untuk menyambut kedatangan jenazah dari Palu pada Sabtu (29/09/18).


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaWarga Ambil Bahan Makanan yang Berhamburan, Tjahjo Kumolo: Tidak Ada Penjarahan
Berita berikutnyaKak Seto Ajak Anak dan Orang Tua Diet Gadget. Ternyata Ini Caranya