Prabowo Sambangi Sesepuh NU, Komentar Kubu Jokowi Nyelekit


    SURATKABAR.ID – Calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto menyambangi pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, KH Meimoen Zubair.

    Sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) yang akrab disapa Mbah Moen ini pun menyambut hangat kehadiran Prabowo di kediamannya di area kompleks pesantren, Sabtu (29/9/2018) kemarin.

    Dalam kesempatan itu, Mbah Moen juga memperkenalkan Prabowo sebagai salah satu capres di Pilpres 2019 kepada para santri.

    “Aamiin, beliau adalah calon pemimpin pada pemilu yang akan datang,” tutur Mbah Moen, seperti dilansir dari cnnindonesia.com, Minggu (30/9/2018).

    Baca juga: PKB Optimis Raih Kejayaan di Jatim untuk Kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin

    Berdasarkan data yang dimiliki tim Prabowo-Sandiaga Uno, pada Pilpres 2014 silam warga di sekitar Pondok Pesantren Al-Anwar banyak yang memilih Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa. Prabowo-Hatta mendapatkan 3223 suara, sedangkan Jokowi-JK hanya 1637 suara.

    Mengetahui hal ini, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin, Loedwijk Freidrich Paulus, buka suara. Menurutnya, kedatangan Prabowo merupakan hal yang wajar untuk meminta dukungan dan restu dari seorang kiai.

    Di sisi lain, Loedwijk menegaskan bahwa kunjungan Prabowo ke Mbah Moen tak akan menggoyahkan dukungan NU kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf.

    “Iya solid, dari mana? Tentu kader NU saja setiap partai ada. Wajar mereka datangi, sebagai kader NU didatangi wajar orang sowan,” katanya di Hotel Century, Jakarta.

    Loedwijk menambahkan, dengan adanya dukungan Yenny Wahid dalam tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf, maka dukungan NU akan tetap solid. Menurutnya, putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut membuat TKN Jokowi-Ma’ruf lebih leluasa menggalang dukungan dari NU dan Gusdurian.

    Namun, hingga kini Loedwijk belum bisa memastikan posisi Yenny di TKN. Mengenai peran Yenny di TKN akan diserahkan langsung pada Jokowi dan Kiai ma’ruf.

    “Tentunya itu ada pada wewenang pasangan calon yaitu Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin, kira-kira ibu Yenny akan dikasih tugas khusus atau jadi penasihat, itu tergantung dari pasangan calon nanti memberi tugas. Kita menunggu saja. Tapi kita sudah tahu Bu Yenny punya segmen apa dan berada di mana kan kita sudah petakan itu,” terangnya.

    [wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]