Para Kader PKS Mundur dari Partai, Ini Alasannya

SURATKABAR.IDTumbuh dan berkembang di Bali selama hampir 18 tahun, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Bali, Jumat (28/9/2018) bubar.

Bubarnya partai berlambang bulan sabit dan padi, menyusul pengunduran diri jajaran pengurus  DPW, DPD, kader inti, dan anggota di tujuh kabupaten/kota se-Bali.

Pengunduran diri para kader, pengurus dan sayap partai Islam di Bali ini juga menyisakan suasana haru.

Bahkan air mata juga sempat terlihat dari para mantan pentolan PKS, kader dan pengurus PKS saat pembacaan doa di Markas PKS di Jalan Tukad Yeh Ho III. No.1 Denpasar.

Mereka sedih karena partai yang dibangun belasan tahun di Bali itu harus “bubar”.

Baca juga: Heboh Pengurus dan Kader PKS se-Bali Undurkan Diri Massal, Ada Apa?

Mantan Ketua Umum PKS Bali, H Mudjiono dalam jumpa persnya, mengatakan meski para pengurus DPD di 7 kabupaten/kota di Bali, pengurus DPW, kader inti dan sayap PKS Bali mundur, namun hingga pernyataan sikap yang disampaikan secara resmi ke publik, mengaku belum mengajak para calon legislatif (caleg) yang sebelumnya sudah ditetapkan dalam daftar calon tetap (DCT) KPU.

“Sekali lagi kami belum mengajak caleg. Pada hari ini adalah kaitannya dengan struktur dan kaitannya dengan partai. Hari ini adalah komitmen kami bersama-sama bahwa kami akan meletakkan kartu anggota kami di PKS,” paparnya, dikutip Jawapos, Sabtu (29/9/2018).

Ia pun menegaskan tindakan pengunduran diri ratusan anggota dan kader PKS Bali tidak lain sebagai tindakan melawan kezholiman.

Selain itu diakui sampai Kamis (27/9/2018) kemarin pengurus partai masih menjalankan tugas dan koordinasi.

“Namun saat kami ditikung dari belakang dengan SK yang terbit tanggal 21 September tetapi baru dibacakan Kamis kemarin untuk apa?” tanya Mudjiono yang mengaku belum bertemu langsung dengan pihak DPP PKS.