Siapa Calon Wakil Gubernur Pengganti Sandiaga Uno?


SURATKABAR.ID – Setelah mantan Wakil Gubernur Sandiaga Salahuddin Uno mengundurkan diri karena pencalonan sebagai Calon Wakil Presiden RI nomor urut 02, posisi Wakil Gubernur untuk ibukota masih belum terganti. Mengenai hal ini, sebagian warga Jakarta mengklaim tak kenal dengan nama-nama calon Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga.

Laporan Metro.Tempo.co pada Sabtu (29/09/2018) menyebutkan, sejauh ini telah muncul empat nama. Ada dua nama yang disodorkan resmi oleh PKS. Sementara dua nama lagi berasal dari manuver politik serta wacana internal Gerindra. Namun tak satu pun yang familiar sepengetahuan warga.

“Ini saya belum kenal semua orangnya. Ya kemungkinan yang terbaik sajalah yang gantikan (Sandiaga Uno),” tutur Wibisono, pria usia 36 tahun, seorang anggota satuan pengamanan di Cilandak Barat, pada Jumat (28/09/2018) kemarin.

Tak Keberatan Dipimpin Perempuan

Dua nama cawagub DKI Jakarta asal PKS itu yaitu mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum PKS DKI Agung Yulianto. Ada pun dari Gerindra yakni Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik dan anggota DPR RI yang juga keponakan Prabowo Subianto, Sara Djojohadikusumo.

Kendati belum secara rinci memahami para calon Wagub DKI Jakarta yang baru nanti, sejumlah anggota masyarakat yang ditemui tidak keberatan jika yang terpilih nanti adalah perempuan. Ini seperti yang disampaikan seorang karyawati di Pondok Labu, Putri Dhaniar (21 tahun).

Baca juga: Heboh Pengurus dan Kader PKS se-Bali Undurkan Diri Massal, Ada Apa?

“Perempuan atau laki-laki sama saja yang penting kinerja dia seperti apa,” ujar Putri dengan lugas.

Lebih Baik dari PKS

Lebih spesifik, Andra Irfiani yang merupakan mahasiswi di Tebet Utara mengharapkan yang terpilih itu berasal dari PKS ketimbang Gerindra.

Seperti diketahui kedua partai inilah yang berhak mencari pengganti Sandiaga Uno karena sama-sama pengusung saat pPlkada lalu.

“Lebih baik diisi sama PKS, karena ditakutkan ada kolusi gitu kalau semuanya dari Gerindra,” papar Andra merujuk kepada satu pasangan calon capres dan cawapres yang juga didukung koalisi yang sama.

Harapan umumnya, sebagian warga ibukota ingin agar siapa pun yang menjadi Wagub DKI Jakarta nanti merupakan sosok yang mampu membaur akrab dan akur dengan masyarakatnya. Wagub diminta mendengarkan dan menyelesaikan aspirasi rakyat, terutama yang menjadi masalah Jakarta.

“Pokoknya yang lebih baik saja, punya visi dan misinya yang baik, jangan mikirin diri sendiri,” ungkap seorang ibu rumah tangga di Jagakarsa bernama Nurhajah (37).

Tergantung Prabowo?

Mengenai siapa yang akan mengisi posisi ini, Partai Keadilan Sejahtera dan Gerindra masih tarik menarik. Anggapan PKS, kursi Wagub DKI menjadi miliknya, sesuai kesepakatan Presiden PKS Sohibul Iman dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Disebutkan oleh Direktur Pencapresan DPP PKS Suhud Aliyudin, persoalan ini berlarut-larut setelah pembahasan di DPRD DKI Jakarta mengalami proses yang “alot”.

“Secara prinsip di level pimpinan sudah ada kesepakatan. Pak Prabowo sudah istilahnya menyetujui bahwa kursi wakil gubernur menjadi milik PKS. Secara prinsip begitu,” kata Suhud di Kantor Populi Center, Slipi, Jakarta Barat, Kamis, (27/09/2018), melansir laporan Kompas.com, Sabtu (29/09/2018).

“Cuma dalam realisasinya membutuhkan proses, yakni melalui DPRD. Nah ini yang membuka ruang munculnya seperti yang sekarang ini. Masing-masing saling mendorong,” lanjutnya kemudian.

PKS sendiri diketahui sudah mengajukan dua nama kandidat kepada Prabowo, yakni mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris Umum DPW PKS DKI Jakarta Agung Yulianto.

“Ini level DKI soalnya sebetulnya saya juga mengurusi. Teman-teman DKI (DPRD) yang melakukan lobi. Kalau di level nasional kami dengan Pak Prabowo sudah oke, meski sekarang jadi ada yang dorong masing-masing calon,” ujar Suhud.

Pendapat LIPI

Pendapat dari Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Luky Sandra Amalia, polemik mengenai kursi Wagub DKI tak akan berlarut-larut jika Prabowo memberikan instruksi kepada kadernya.

“Saya rasa semua drama ini akan selesai ketika Pak Prabowo menginstruksikan kepada Gerindra, karena walau bagaimanapun sampai saat ini Gerindra adalah milik Pak Prabowo. Jadi apa pun yang akan dikatakan Pak Prabowo, semuanya akan dijalankan oleh Gerindra,” papar Sandra.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif menuturkan, partainya mengusulkan M Taufik sebagai Wagub DKI Jakarta.

“Keputusan rapim cuma tunggal, yaitu menetapkan M Taufik sebagai calon wakil gubernur DKI,” ucap Syarif melalui pesan singkat kepada tim pers, Senin kemarin. Menurutnya, seluruh pengurus DPD, Dewan Pimpinan Cabang (DPC), dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerindra se-DKI Jakarta sepakat mengusulkan Taufik. Usai rapat pimpinan tersebut, DPD Gerindra akan berkonsultasi kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.