Terjerat Korupsi, Syahri Mulyo Jadi Bupati Tulungagung Kurang dari 1 Menit


    SURATKABAR.ID – Syahri Mulyo yang merupakan Bupati Tulungagung terpilih hanya menjabat sebagai kepala daerah aktif selama kurang dari satu menit. Begitu dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Kemendagri Jakarta, pada Selasa (25/09/2018), jabatan yang dipegang Syahri langsung diserahkan kepada Maryoto Bhirowo, selaku Wakil Bupati Tulungagung.

    Mengutip laporan Tempo.co, Jumat (28/09/2018), seusai Soekarwo membacakan surat pelantikan pukul 13.45 WIB, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo langsung menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung kepada Soekarwo, untuk kemudian diberikan kepada Wakil Bupati Maryoto Bhirowo.

    Syahrul Mulyo dilantik sebagai Bupati Tulungagung berdasarkan SK Mendagri Nomor 131.35-5884 Tahun 2018. Sementara itu, Maryoto Bhirowo dilantik sebagai wakil bupati berdasarkan SK Mendagri Nomor 132.35-5885 Tahun 2018.

    Hal ini terjadi lantaran kasus hukum yang menjerat Syahri menyebabkan dirinya harus dibui. Pelantikan singkat sebagai Bupati Tulungagung yang berlangsung di Jakarta, karena lokasi terdekat dengan tempat dia ditahan oleh KPK.

    Berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang pejabat yang menghadapi masalah hukum, ditegaskan bahwa dalam hal bupati atau wakil bupati terpilih pada saat pelantikan yang bersangkutan tetap dilantik.

    Baca juga: Serupa Rosmah Mansor, 4 Ibu Negara Ini Terkenal Suka Foya-foya

    “Karena ada permasalahan hukum, maka jabatan saudara Syahri Mulyo sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2014 pasal 64 ayat 4, wewenangnya kami serahkan kepada saudara Maryoto,” tukas Soekarwo dalam sambutannya.

    Soekarwo lantas berpesan kepada Maryoto agar dapat menjaga amanat sebagai Plt Bupati Tulungagung untuk menjaga stabilitas daerah, mengingat pada 2019 akan berlangsung pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

    “Kepada Pak Syahri sekali lagi, wakilnya yang dipilih adalah wakil sahabat baiknya bapak. Yakinlah, visi misi bapak dijalankan dengan baik oleh pelaksana tugas,” imbuh Soekarwo.

    Korupsi Proyek Infrastruktur

    Syahri Mulyo merupakan inkumben Bupati Tulungagung terjerat kasus korupsi. Ia berpasangan dengan Maryoto Bhirowo  memenangi pemilihan kepala daerah pada Februari lalu untuk periode 2018-2023. Syahri terlibat kasus korupsi dan tertangkap tangan oleh KPK.

    Menurut reportase Kompas.com, Syahri terganjal kasus korupsi sejumlah proyek infrastruktur di Tulungagung, Jawa Timur. 19 hari menjelang pencoblosan, dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Walau bertatus tersangka, Syahri menang telak dalam Pilkada 2018.

    Syahri mendapat 59,8 persen suara atau 355.966 suara. Sedangkan pasangan Mardiko dengan nomor urut 1 memeroleh 40,2 persen atau hanya 238.996 suara. Untuk proses pelantikan, KPK hanya mengizinkan Syahri dilantik di Gedung Kemendagri di Jakarta, Selasa (25/09/2018).