Trending Nomor 1 YouTube, Ketua Umum The Jakmania Soroti Hal Ini Saat Laga di GBLA


SURATKABAR.ID – Kasus kekerasan berbuntut kematian seorang penggemar sepak bola Haringga Sirla (23) sesaat sebelum laga pertandingan antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada Minggu (23/9) masih menjadi sorotan utama masyarakat luas, menuntut perhatian serius dari pemerintah Indonesia.

Tak sedikit pihak yang mengecam keras aksi anarki serta main hakin sendiri yang dilakukan para suporter kesebelasan Persib hingga begitu tega tanpa hati dan perasaan memukuli Haringga menggunakan benda keras hingga nyawa korban melayang sia-sia.

Dilansir laman Tribunnews.com dari channel YouTube Indonesia Lawyers Club tvOne, pada Selasa (25/9), mulai dari gubernur hingga ketua suporter bola turut menghadiri acara tersebut guna membahas strategi dan langkah agar pengeroyokan mengerikan tak lagi terulang dan menjatuhkan korban lain.

Ketua umum suporter Persija Jakarta, The Jakmania, Ferry Indra Syarif turut hadir dalam acara tersebut. Sampai Kamis (27/9) kemarin, tayangan ini menjadi trending nomor 1 di jagat YouTube. Yang menjadi sorotan publik adalah pernyataan Ferry.

Ferry, dalam tayangan channel YouTube ILC tvOne tersebut, mengaku ada satu hal yang menyita perhatiannya saat laga pertandingan tandang Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) melawan Persib Bandung.

Baca Juga: Sadis Kelewatan! Salah Satu Tersangka Pengeroyokan Haringga Beri Pengakuan Mengejutkan: Hanya Bantu Bapak

Saat laga berlangsung, koreografi yang dilakukan The Viking saat pertandingan tersebut sangat bersifat provokatif. “Di pertandingan kemarin, itu semua memprovokasi. Ini koreo kita yang pernah kita tampilkan, tidak ada kekerasan,” jelas Ferry.

“Mereka kemarin melakukan koreo ada kepala berdarah-darah dengan pedang segala macam, ini koreo yang mereka tampilkan, dan kesorot. Kemudian ada ‘Here You Die’. Kesorot di tv karena siaran langsung,” imbuh Ferry sembari menunjukkan foto-foto koreo suporter Persib Bandung.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang turut hadir dalam acara tersebut juga mengaku dirinya melihat tulisan bernada provokatif tersebut. Ia sangat menyayangkan terjadinya hal yang dilakukan para suporter kesebelasan Persib.

“Saya lihat dari berbagai klub juga suporternya yang saling mengejek. Ada gambar yang diejek, simbol warna yang diejek dalam bentuk visual dan seterusnya,” ujar Ridwan Kamil di tayangan yang menjadi trending nomor 1 di YouTube.

“Termasuk saya sesalkan juga panpel tidak menurunkan provokasi spanduk. Termasuk saya sesalkan juga koreografinya menyemangati, tapi sambil mengejek juga kira-kira begitu. Ada kata-kata ‘Here You Die’, itu saya lihat sendiri, saya sedih,” tambah pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Mendapati hal-hal berbau provokatif, Ferry selaku Ketua Umum The Jakmania memberikan beberapa saran. “Upaya pertama adalah kampanye kebencian itu. Rasis. Dari mulai lagu, dari mulai kaus, dari mulai spanduk. Itu dulu yang kita harusnya konsentrasi ke situ, fokus ke situ,” ujarnya.

Ia mengungkapkan dalam dua tahun belakangan sudah menggalakkan kampanye anti lagu-lagu rasis dan anti hate speech. Ferry juga mengaku memiliki hubungan baik dengan suporter Persib. “Saya sama Heru, saya beberapa kali ke Bandung saya diterima baik sama Heru. Banyak Viking yang benar-benar menerima saya di sana, saya aman-aman di Bandung,” ujar Ferry.