Edan! Masih SMA, Sepasang Mucikari Jual Adik Kelas Rp 12 Juta Sekali Kencan


SURATKABAR.ID – NYL (17) dan MAS (17) memang masih duduk di bangku SMA. Namun, sepasang kekasih ini merupakan mucikari yang menjual adik kelasnya pada lelaki hidung belang.

Adik kelas yang mereka jual berinisial SCS (16). Ketiganya diringkus ketika akan melakukan transaksi pada Selasa (25/9/2018) pukul 22.30 WIB.

Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani mengungkapkan, penangkapan tersebut dilakukan lewat penyamaran oleh seorang petugas yang memesan wanita muda melalui telepon.

“Awalnya anggota yang menyamar jadi lelaki hidung belang, menelepon tersangka Nova dan memesan perempuan muda,” terang Revi, Rabu (26/9/2018) siang, seperti dilansir dari tribunnews.com.

Baca juga: Mendengar Suara Ustaz Abdul Somad, Jenazah Kakak Syahrini Beri Reaksi Mencengangkan

Kemudian, NYL menawarkan SCS kepada si pemesan. Mereka juga telah menyepakati tarif kencan sebsar Rp 12 juta. Polisi yang menyamar ini pun meminta tersangka membawa korban ke hotel.

Ketika kedua tersangka dan korban telah sampai di hotel, personel Tim Pegasus Polsek Medan langsung masuk dan menangkap ketiganya.

Ketiganya kemudian menjalani pemeriksaan di ruang Unit Reskrim Polsek Medan Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kepada petugas, kedua tersangka mengaku bahwa hasil penjualan tersebut akan dibagi tiga dengan korban.

Selain itu, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Deni Indrawan mengungkap bahwa perempuan belia dijual seharga Rp 12 juta, sedangkan yang dewasa bisa mencapai Rp 800 juta.

Ketika ditanya apakah pelanggan mereka termasuk pejabat atau orang pemerintahan, kedua pelaku mengaku bahwa yang menjadi pelanggan ternyata adalah mahasiswa dan pelajar seumuran mereka.

“Lebih kepada seumuran dengan mereka,” terang Deni.

Tersangka juga mengaku bahwa biasanya pelanggan yang mengatur tempat bertemu. Kemudian, ia akan mengantarkan perempuan yang dipesan kepada pelanggannya.

Akibat aksi tersebut, pasangan kekasih ini disangkakan Pasal 2 dan pasal 10 UU No 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang subsider pasal 83 UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.