Perdebatan Visi Misi ‘Revolusi Mental’ Jokowi Vs ‘8 Karakter Utama’ Prabowo


SURATKABAR.ID – Mengenai visi misi yang diemban sebagai calon presiden dan calon wakil presiden, pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno memiliki prioritasnya masing-masing. Terkait perbedaan ini, antar-koalisi pengusung kedua kubu kini saling tengah diperdebatkan. Salah satunya terutama mengenai misi pembentukan karakter bangsa, yakni Revolusi Mental besutan Jokowi dan 8 Karakter Utama gagasan Prabowo.

Mengutip laporan Detik.com, Kamis (27/09/2018), visi dan misi Jokowi-Ma’ruf masih tertulis ‘Revolusi Mental’ yang pernah dipakai Jokowi dalam Pilpres 2014. Pada visi dan misi kali ini, Jokowi dan timnya menekankan pada revitalisasi Revolusi Mental. Revitalisasi tersebut tentunya juga mencakup perubahan mental karakter bangsa.

Menurut penjelasan Partai NasDem, Revolusi Mental yang diusung Jokowi ini bermakna luas.

“Yang namanya Revolusi Mental memang harus tetap menjadi ikon kami karena Revolusi Mental artinya luas. Seperti misal memerangi korupsi, mengubah paradigma berpikir,” papar Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago kepada wartawan, Rabu (26/09/2018).

Partai PKB kemudian menambahkan, Revolusi Mental yang jadi andalan Jokowi itu harus terus berjalan. PKB menyebut bahwa Revolusi Mental harus terus berjalan karena berkesinambungan dengan segala aspek dalam kehidupan bernegara.

Baca juga: Demokrat: Perasaan Terdalam Yenny Wahid Tidak Mendukung Jokowi

“Revolusi Mental itu program yang tak lekang oleh waktu, akan terus relevan sepanjang waktu,” tandas Wasekjen PKB Daniel Johan dalam perbincangan dengan awak media, Rabu (26/09/2018).

Di sisi lain, kritikan soal Revolusi Mental dilemparkan kubu Prabowo, yakni dari Gerindra. Penilaian Gerindra, sudah sepatutnya jika kini Revolusi Mental dibenahi.

“Sekarang saya pikir kita lihat keadaan sekarang mungkin harus lebih dimaksimalkan lagi, sehingga mungkin dari yang membuat sekarang perlu direvitalisasi,” ujar Waketum Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/09/2018).

8 Karakter Utama dalam Program Kesejahteraan Rakyat

Sementara itu, Prabowo-Sandiaga menuliskan soal ‘8 Karakter Utama’. Kedelapan karakter itu kemudian akan disinkronkan dengan sistem pendidikan nasional.

Kedelapan karakter utama itu ditulis dalam Program Kesejahteraan Rakyat. Ada 31 program dalam Pilar Kesejahteraan Rakyat milik Prabowo-Sandiaga. Sedikitnya, ada 3 poin yang menuliskan pendidikan karakter secara eksplisit.

Satu-persatu dari nilai dari 8 Karakter Utama tersebut kemudian dijabarkan oleh Partai Gerindra. Nilai-nilai 8 Karakter Utama itu ialah relijius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, bermanfaat. Kedelapan karakter utama itu ditulis dalam Program Kesejahteraan Rakyat.

“Yang pertama reiljius, kan harapannya seluruh warga Indonesia apapun agamanya akan menjadi relijius dengan pemahaman agama masing-masing,” ungkap Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade kepada wartawan, Rabu (26/09/2018).

Sedangkan PAN mengungkapkan bahwa program prioritas tersebut lebih membumi dibandingkan Revolusi Mental yang kembali diusung Jokowi. Dengan fokus utama pada pengembangan 8 fokus karakter itu, imbuh PAN, permasalahan bangsa Indonesia akan dapat teratasi.

“8 Karakter Utama itu lebih membumi. Lebih aplikatif dan lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Itu salah satu perbedaan utama dengan jargon Revolusi Mental,” tukas Wakil Ketua Dewan Kehormatan Dradjad Wibowo, Rabu (26/09/2018).

Berikut ini adalah perbandingan Revolusi Mental dari Jokowi-Ma’ruf dengan 8 Karakter Utama milik Prabowo-Sandiaga, seperti dikutip dari laporan tertulis yang diterima Detik.com:

Jokowi-Ma’ruf
5.2. Revitalisasi Revolusi Mental

Perubahan mental karakter bangsa dari mental karakter yang negatif ke mental karakter yang positif harus menjadi strategi pembangunan manusia dan kebudayaan yang terus-menerus diinternalisasi dalam sistem pembangunan, sehingga menjadi sistemik serta mengalami pembudayaan dalam perilaku sehari-hari.

  • Revolusi Mental dalam sistem pendidikan, dengan menekankan nilai-nilai integritas, etos kerja, gotong royong, dan budi pekerti dalam pembelajaran.
  • Revolusi Mental dalam tata kelola pemerintahan dengan pembudayaan nilai-nilai transparansi dan akuntabilitas.
  • Revolusi Mental dalam sistem sosial dengan pembudayaan nilai-nilai luhur bangsa dalam institusi keluarga dan interaksi antarwarga. 
Prabowo-Sandiaga
PROGRAM AKSI KESEJAHTERAAN RAKYAT
  1. Membangun sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa (8 karakter utama: relijius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, bermanfaat).
  2. Menggalakkan pendidikan karakter di seluruh lapisan masyarakat, pemerintahan, media dan lembaga pendidikan.
  3. Memperkuat pengendalian seluruh konten media penyiaran/media online dari segala tayangan yang merusak karakter bangsa.
Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.