Pernah Dikaitkan dengan Saracen, Kini Asma Dewi Jadi Caleg Gerindra


SURATKABAR.ID – Masih ingat kasus Saracen yang viral beberapa waktu lalu? Kelompok ini mengaku dibayar puluhan juta rupiah untuk menyebarkan isu SARA di media sosial.

Di tengah ramainya kasus tersebut, nama Asma Dewi sempat mencuat. Ia disebut-sebut terkait dengan Saracen. Bahkan, Asma Dewi sempat menjalani sidang kasus ujaran kebencian.

Namun, kini ia dikabarkan menjadi calon legislatif (caleg) DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra. Namanya pun tertera dalam daftar calon tetap (DCT) Partai Gerindra yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Kabar ini juga dibenarkan oleh Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif. Asma Dewi menjadi caleg untuk daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta 2 yang meliputi Kepulauan Seribu, Kecamatan Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading.

“Benar (Asma Dewi jadi caleg Gerindra), yang saya dengar dia bilang korban kriminalisasi,” terang Syarif, Selasa (25/9/2018), dilansir tribunnews.com.

Baca juga: Soal Pembelotan Kader Partai, PDIP: Kalau di PDI Perjuangan Aturan Mainnya…

Syarif menegaskan, pihaknya tak mempermasalahkan kasus ujaran kebencian yang pernah menyeret Asma Dewi ke pengadilan. Menurutnya, saat itu Asma Dewi hanyalah korban kriminalisasi.

Diketahui, Asma Dewi ditangkap pada 8 September 2017 lalu. Ia didatangi 15 petugas polisi yang mengaku dari Bareskrim Polri. Ia pun digelandang ke Cyber Crime Bareskrim Polri.

Asma Dewi ditangkap karena unggahannya pada tahun 2016 di Facebook. Salah satunya adalah ketika ia mengomentari harga daging mahal. Dalam unggahan tersebut, ia menulis soal ‘rezim koplak’ karena adanya menteri yang menyuruh masyarakat makan jeroan jika tak sanggup membeli daging.

Saat itu, Asma Dewi mengaku bahwa tulisan tersebut merupakan ungkapan kekecewaan karena pemerintah dinilai tak mampu memberikan solusi atas masalah yang ada.

“Dan saya ingat Pak Jokowi pernah mengatakan siap dikritik sekeras apapun,” tutur Asma Dewi saat membacakan eksepsi atau nota keberatan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2017), dikutip dari kompas.com.

Akhirnya pada kasus tersebut Majelis Hakim PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman 5 bulan 15 hari penjara untuk Asma Dewi.