Adik Ahok Sindir Tajam Ma’ruf Amin Temui Ahokers, Djarot: Ahok Menerima Pilihan Jokowi


SURATKABAR.ID – Adik kandung terpidana kasus penistaan agama Basuki T Purnama (Ahok), Fifi Lety Tjahaja menyindir langkah calon wakil presiden (cawapres) Ma’ruf Amin yang akan menemui pendukung Ahok (Ahokers).

Sidiran itu dilontarkan Fifi lantaran banyak pihak yang bertanya soal sikapnya terkait keinginan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu yang berniat merangkul pendukung Ahok di pemilihan presiden (pilpres) 2019.

“Saya jujur saja heran ya langit dan lautan begitu luasnya kenapa juga ya mesti ke Ahokers? Trus Ahokers kan banyak ini yg mana ya atas nama Ahokers? Hahahahaha aja deh,” tulisnya lewat akun instagram pribadi fifiletytjahjapurnama, Selasa (25/9/18) dilansir dari cnnindonesia.com.

Fifi mengaku punya persepsi berbeda saat Ma’ruf maju sebagai cawapres Joko Widodo di pemilu tahun depan. Ia menduga mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dipilih justru agar bisa merangkul pihak-pihak yang demo terhadap Ahok.

Baca Juga: Kisah Prabowo Soal Zulkifli Hasan Rancang Taktik Turunkan Ahok Setahun Lalu

Berbeda dengan Fifi, Politikus PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan terpidana kasus penistaan agama Ahok maupun pendukungnya bersedia bertemu calon wakil presiden Ma’ruf Amin.

Djarot mengklaim bekas bosnya di DKI Jakarta itu tidak punya masalah maupun sentimen dengan calon wakil presiden nomor urut 1 tersebut.

“Saya sudah komunikasi dengan Pak Ahok, dan dia bilang tidak ada masalah,” kata Djarot Selasa (25/9/18) melalui pesan tertulis dilansir dari cnnindonesia.com.

Pernyataan ini disampaikan Djarot menanggapi sindiran adik kandung Ahok, Fifi Lety Indra yang mempertanyakan keinginan Ma’ruf Amin untuk menemui pendukung Ahok atau Ahokers yang diatur oleh politikus Golkar Nusron Wahid.

Djarot mengungkapkan rencananya Ahok bertemu dengan Ma’ruf setelah menyelesaikan masa tahanannya. Ahok diketahui tengah menjalani hukuman sebagai penista agama selama 2 tahun penjara sejak 9 Mei 2017.

“Nanti kalau sudah keluar bisa silaturahmi dengan Pak Ma’ruf Amin,” terang dia.

Djarot menjelaskan dalam berbangsa dan bernegara hendaknya warga negara mengedepankan kesatuan dan persatuan. Meski diketahui Ahok-Ma’ruf pernah berada dalam kondisi tidak baik. Ma’ruf pernah menjadi saksi yang memberatkan kasus Ahok saat sidang penistaan agama pada akhir tahun 2016 lalu.

“Dalam politik kebangsaan yang dikedepankan harus persatuan nasional,” ujar Djarot.

Djarto menekankan Ahok memahami betul alasan Joko Widodo memilih Ma’ruf menjadi wakilnya. Lagi-lagi, Djarot mengklaim Ahok menerima hal tersebut.

“Benar, pak Ahok bisa memahami pilihan pak Jokowi untuk cawapresnya dan tetap mendukung pilihan beliau,” kata mantan Waki Gubernur DKI Jakarta ini.