Tak Disangka! Begini Keseharian Pelaku Pengeroyokan Haringga Sirla, Ternyata Dikenal…


SURATKABAR.ID – Dunia sepak bola Tanah Air kembali dirundung duka mendalam. Aksi brutal oknum suporter lagi-lagi menyebabkan seorang penggemar bola meregang nyawa. Yang terkini, Haringga Sirla (23) harus kehilangan nyawanya akibat sekelompok orang yang tak dapat menahan emosinya.

Orangtua DFA (16), salah satu pelaku yang terlibat aksi pengeroyokan brutal terhadap Haringga, seperti diwartakan oleh Tribunnews.com pada Selasa (25/9/2018), mengaku putranya merupakan sosok yang jarang pergi jauh dari rumahnya.

“(Ia) gentian sama bapaknya menunggui pom mini (Pertamini). Enggak pernah main jauh-jauh, hanya di sekitar sini dan membantu berjualan bensin,” ungkap Ika, ibunda DFA, ditemui di kediamannya, Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Senin (24/9) kemarin.

Putra pertamanya, tutur Ika, sejak lulus SD memang tak memiliki ketertarikan untuk melanjutkan pendidikan. DFA malah lebih memilih membantu kedua orangtuanya berjualan bensin. Mendapati hal tersebut, orangtuanya menyerah dan tidak memaksa putranya melanjutkan sekolah.

“Dia enggak mau meneruskan lagi pas sempat masuk pesantren di Soreang, Kabupaten Bandung. Kami orangtua tidak bisa memaksa saat itu,” ungkap Ika.

Baca Juga: Beringas! Detik-Detik Suporter Persija Dikeroyok Massa di GBLA, Sempat Minta Tolong Tukang Bakso Tapi…

Lantaran putranya terlibat kasus, sang ibu mengaku kini kesulitan untuk beristirahat. “Dari semalam sampai sekarang, tak henti saya menangis (karena) anak saya di sana (di kantor polisi),” akunya smebari mengusapkan tangan ke wajahnya.

Pengakuan Mengejutkan Salah Seorang Pelaku Penganiayaan: Hanya Membantu Bapak

Pada Senin (24/9), polisi kembali mengamankan seorang pria terekam kamera ikut dalam pengeroyokan Jakmania Haringga Sirla (23). Pria tersebut adalah salah satu dari delapan orang yang ditangkap aparat kepolisian.

Menurut pantauan, pria tersebut terlihat tengah menggenggap sebuah tongkat berdiri tak jauh dari pedagang bakso, di belakang korban yang duduk tak berdaya menerima pukulan membabi-buta oleh sekelompok massa.

Namun dalam video berdurasi 30 detik tersebut, tampak seorang pria yang menghantamkan benda seperti pipa besi ke arah tubuh korban. Dan belakangan, menurut keterangan Kasatreskrim Polrestabes Bandung, disebutkan pria tersebut diduga bernama Budiman (41).

Video tersebut juga mengungkap fakta baru. Budiman terlihat seperti sedang memerintahkan sesuatu sambil mengarahkan telunjuknya ke satu arah kepada sekelompok orang yang tengah melancarkan pukulan demi pukulan tanpa ampun kepada korban

Bawa kaditu,” seru pria tersebut, sebelum akhirnya memukulkan tongkat mirip pipa besi di tangannya ke bagian sebelah kanan tubuh korban yang terlihat berupaya meti-matian melindungi kepalanya dengan kedua tangan.

Saat ini, Budiman bersama pelaku lainnya mendekam di Mapolrestabes Bandung untuk proses penyidikan lebih lanjut. Dalam konferensi pers kasus oleh Kasatreskrim AKBP M Yoris Maulana, pria tersebut ikut dihadirkan.

“Saya hanya membantu bapak saya saja,” ungkap pria tersebut.

Adapun delapan tersangka yang saat ini berhasil ditangkap adalah Budiman (41), Goni Abdurahman (20), Cepy Gunawan (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Joko Susilo (31), dan dua pria yang masih di bawah umur berinisial DFA (16) dan SMR (17). Semuanya adalah suporter Persib dari dalam maupun luar Bandung.

“Upaya kami ke depan melakukan pengejaran pelaku yang turut menganiaya. Kami akan berkoordinasi dengan organisasi suporter Persib, Viking dan manajemen Persib untuk perlihatkan video tersebut dan lekacak pelaku. Kami harap kepada Bobotoh yang ikut menganiaya menyerahkan diri,” pungkas Yoris.