Dana Kampanyenya Kalah Telak dari Lapak Sebelah, Sandiaga: Kami Mengutamakan Sumber Daya Kami


SURATKABAR.ID – Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno blak-blakan terkait dana awal untuk membiayai kampanye di Pemilu Presiden 2019 mendatang yang kalah jauh dari kubu petahana Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

Merujuk dari laporan awal dana kampanye (LADK) yang telah disetorkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), dilansir dari laman JPNN.com pada Senin (24/9/2018), adapun saldo untuk memenangkan cawapres pendamping calon presiden (capres) Prabowo Subianto ini hanya Rp 2 miliar.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf sebelumnya melaporkan LADK dengan jumlah saldo awal hampir mencapai angka Rp 12 miliar. Melihat selisih yang terlampau jauh, Sandiaga mengaku merasa sangat sedih.

“Sedih ya, karena itu jangan dibandingkan dana kampanye dengan toko sebelah (kubu Jokowi-Ma’ruf),” ujar Sandiaga ditemui di KPU, Jakarta, pada Minggu (23/9) kemarin.

Namun demikian, Sandiaga dengan tegas mengungkapkan bahwa tim pemenangannya berupaya keras menggalang dana untuk membiayai kampanyenya dalam pertarungan memperebutkan kursi presiden dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, mengingat biaya politik sekarang ini sangat tinggi.

Baca Juga: Fantastis! Ini Jumlah Awal Dana Kampanye Pilpres 2019

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mencontohkan, saat ia menggelontorkan sekitar Rp 60 miliar untuk membiayai kampanyenya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 silam. Untuk itu, Sandiaga  menegaskan pihaknya akan menggalang dana dan mempublikasikan segala penggunaannya.

“Kami berusaha untuk menggalang dana secara transparan, Tapi kami juga mengutamakan sumber daya kami dulu,” ungkap Sandiaga lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, pada Sabtu (22/9) siang, dengan maksud dan tujuan untuk menyetorkan laporan awal dana kampanye (LADK).

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang juga memegang jabatan sebagai Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf mengungkapkan bahwa, pihaknya telah mengumpulkan dana untuk kampanye sejumlah Rp 11,9 miliar.

Adapun dana tersebut terhimpun dalam satu rekening khusus yang sengaja dibuka pada Kamis (20/9) lalu. “Saldo awal per 20 September 2018 tercatat kas di rekening total ada Rp 11,9 miliar,” ungkap Hasto ditemui di Gedung KPU, Jakarta Pusat.

Dari total Rp 11,9 miliar, ada Rp 3,4 miliar yang sudah dicairkan untuk membeli kebutuhan serta kas di secretariat TKN petahana. Saat ini, saldo kampanye Jokowi-Ma’ruf hanya tersisa sebesar Rp 8,5 miliar.

Hasto lebih lanjut menjelaskan bahwa LADK tersebut merupakan bentuk dari komitmen Jokowi-Ma’ruf dalam meningkatkan kualitas demokrasi. Ia menilai, hal terpenting dalam demokrasi adalah keterbukaan, termasuk dalam hal dana kampanye.

“Ini dari sumbangan parpol dan juga perusahaan sesuai dengan ketentuan UU. Ini dibuka pada 20 September,” pungkas Hasto.