Bicara Kebocoran Negara Rp 1.000 Triliun, Prabowo: Ibu Susi Mungkin Sebentar Lagi Kena Resuffle


    SURATKABAR.ID – Calon presiden (capres) Prabowo Subianto buka-bukaan menyebut adanya kebocoran Indonesia hingga sebesar Rp 1.000 triliun pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 silam. Adapun hal tersebut ia katakan sesuai dengan data-data yang diterimanya.

    Prabowo Subianto dalam pidato politiknya, seperti dilansir dari laman Jawapos.com pada Sabtu (22/9/2018), mengatakan lantaran mengungkap hal tersebut, dirinya sempat menerima cemoohan pedas dari berbagai kalangan. Namun itu tak membuatnya mundur.

    “Waktu itu saya diejek, saya ditertawakan, tapi saya tidak gentar. Baru juga ditertawakan, belum ditembak oleh musuh,” tutur Prabowo di sela acara ‘Ngobrol Bersama 300 Jenderal dan Para Intelektual’ yang digelar di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, pada Sabtu (22/9) kemarin.

    Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan, setelah beberapa waktu berlalu rupanya pemerintah melalui Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ikut mengungkapkan informasi kebocoran negara.

    Bahkan Menteri Susi menaksir nilai kebodoran negara jauh lebih tinggi dari angka yang sebelumnya pernah diungkapkan Prabowo. Bukan hanya Rp 1.000 triliun, namun Menteri Susi mengatakan kebocoran negara sebesar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 triliun.

    Baca Juga: Komentari Duit Raja Rp 23 Triliun, Politisi PDIP Ini Sebut Ratna Sarumpaet Korban Tipu-Tipu

    “Jadi ini Ibu Susi mungkin sebentar lagi kena resiffle beliau ini,” ujar Prabowo.

    Pasalnya, nilai kebocoran tersebut, seperti dikatakan politisi senior dari Partai Gerindra ini, hanya berasal dari sektor perikanan saja. Belum dari sektor-sektor yang lain. Sampai-sampai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darnin Nasution turut menyebut kebocoran negara.

    “Pak Darmin sendiri mengatakan ada ekonomi bocor karena devisa tidak kembali,” sebut Prabowo.

    Oleh karena itu, Prabowo dengan tegas menyatakan bahwa pernyataan yang dahulu pernah ia lontarkan terkait kebocoran negara sebesar Rp 1.000 triliun adalah benar adanya. Bukan hanya mengambil dari data kosong, bahkan pemerintah sendiri turut membenarkan informasi tersebut.

    “Berarti benar kan, aliran kekayaan negara lari ke luar. Jadi buku saya ‘Paradoks Indonesia’ sudah dibenarkan pemerintah,” pungkas capres yang dalam Pilpres 2019 mendatang ini didampingi oleh calon wakil presiden Sandiaga Uno.

    [wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]