Tragis! Pembantaian Horor Saat Parade Militer Iran, 29 Orang Tewas


SURATKABAR.ID – Pada hari Sabtu (22/09/2018), parade militer Iran di Ahvaz berubah menjadi pembantaian horor oleh empat pria bersenjata. Insiden tragis ini menjadi pukulan berat bagi Teheran. Pasalnya, pawai militer itu diselenggarakan untuk memperingati Perang Iran-Irak saat Baghdad dipimpin Saddam Hussein.

Ditukil dari laporan SindoNews.com, Minggu (23/09/2018), pembantaian itu terjadi di siang hari, saat pawai militer yang dibanggakan rezim Teheran tersebut jadi tontonan warga setempat.

Belum diketahui secara pasti siapa dalang di balik kelompok penyerang tersebut. Namun, Teheran menuduh sekutu Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah terlibat. Berikut rangkuman 8 fakta dalam tragedi mengerikan di Ahvaz.

1. Pelaku Serangan

Menurut informasi dari Militer Iran, jumlah pria bersenjata yang menyerang pawai militer di Ahvaz berjumlah empat orang. Mereka mengenakan seragam militer palsu. Tiga pelaku tewas di lokasi serangan. Penyerang keempat sempat ditangkap, namun tewas karena mengalami luka parah.

Baca juga: Bertemu Suku Kanibal Pemburu Kepala di Kalimantan, Pelancong Norwegia Tuturkan Kisahnya

2. Target Serangan

Keempat pria bersenjata itu menggencatkan tembakan tanpa pandang bulu ke arah pawai militer. Baik tentara maupun warga sipil jadi target secara acak. Keempat pelaku muncul seketika tanpa terdeteksi dan merangsek masuk ke lokasi pawai sebelum akhirnya mengumbar tembakan.

3. Korban Pembantaian

Data otoritas Iran menyebutkan, jumlah korban tewas mencapai 29 orang. Data korban ini termasuk wanita dan anak-anak yang menonton pawai militer. Belum jelas apakah keempat pelaku termasuk data 29 korban tewas tersebut atau tidak. Data ini update pada Sabtu malam dan bisa jadi berubah mengingat korban luka mencapai lebih dari 60 orang.

4. Garda Revolusi Dibantai

Sebanyak 12 anggota Garda Revolusi ikut dibantai dalam serangan horor kemarin. Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi rezim Teheran, karena Garda Revolusi selama ini dibanggakan sebagai pasukan elite. Namun insiden ini malah membuat mereka dibantai di negeri sendiri, berikut di acara pawai militer yang dibanggakan Teheran.

5. Pihak Tertuduh

Iran menuduh para pelaku terkait dengan Amerika Serikat dan badan intelijen Israel; Mossad. Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei menuduh negara-negara Teluk sekutu AS terlibat, tapi tak merinci negara yang dimaksud. Kendati begitu, sekutu AS yang saat ini bermusuhan dengan Teheran merupakan Israel dan negara-negara Teluk, terutama Arab Saudi.

 

6. Pihak Pengklaim Serangan

Gerakan Demokrasi Arab Patriotik yang berhubungan dengan Arab Saudi di Ahwaz telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Kelompok Islamic State Iraq and Syria(ISIS) juga membuat klaim serupa, namun tak disertai bukti kuat.

7. Reaksi Iran

Presiden Hassan Rouhani bersumpah bahwa Iran akan memberikan respons yang menghancurkan terhadap mereka yang terlibat serangan dan intelijen asing yang memberikan dukungan. Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei kemudian memerintahkan pasukan Iran menyeret pihak-pihak yang terlibat dalam pembantaian ini ke pengadilan.

8. Reaksi Dunia

Hingga data mengenai serangan ini dihimpun, belum ada respons kecaman dan ucapan belasungkawa dari berbagai pemimpin negara di dunia. Amerika Serikat yang biasanya cepat bereaksi, kali ini juga bungkam. Demikian halnya dengan Israel dan Arab Saudi yang saat ini bermusuhan dengan Teheran. Negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) juga belum memberi komentar.