Akhirnya! Solusi Bagi Guru Honorer se-Indonesia, Pemerintah Jamin Jadi PNS Jika Sanggup Penuhi Syarat Ini


SURATKABAR.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengungkapkan pemerintah akhirnya menemukan solusi terbaik bagi permasalahan guru honorer Indonesia yang sekian lama tak kunjung rampung.

Dilansir dari laman Tribunnews.com, Minggu (23/9/2018), Muhadjir pada Jumat (21/9) menjelaskan bahwa pemerintah meminta kepada seluruh guru honorer untuk tetap mengajar dan mendidik siswa-siswanya dengan fokus.

“Mudah-mudahan ini adalah solusi yang terbaik. Dengan kerendahan hati saya mohon kepada para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing, untuk membina, mengasuh, mengantar, dan mengajar anak-anak didik kita. Tetap fokus mengajar di sekolah,” ujar Muhadjir melalui pernyataan tertulis, Sabtu (22/9).

Ia mengimbau kepada para guru honorer untuk tak lagi melakukan aktivitas di luar tugas dan kewajibannya sebagai tenaga pengajar. Pasalnya, pemerintah sudah memberikan solusi terbaik kepada semua tenaga honorer yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca Juga: Miris! Maksimal 35 Tahun, Tenaga Honorer K II Tua Gagal Daftar CPNS

Guru honorer yang berusia di atas 35 tahun tetap dapat mengabdi kepada negara dengan menempuh jalur pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Proses seleksi PPPK, dikatakan Muhadjir, bakal dilaksanakan usai seleksi CPNS 2018 usai.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kualitas melalui seleksi tersebut tetap diutamakan. “Untuk para guru honorer yang tidak memenuhi syarat karena usia, pintu alternatifnya melalui seleksi PPPK dengan kualitas tetap diutamakan,” tegas Muhadjir lebih lanjut.

Sekolah Dilarang Angkat Guru Honorer

Lebih lanjut, Muhadjir memberikan imbauan baik kepada pemerintah daerah maupun kepala sekolah untuk tak lagi mengangkat guru honorer. Aturan tersebut sudah sesuai dengan arahan yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tak hanya itu, Muhadjir juga berupaya menggandeng pemerintah daerah, sekolah, hingga masyarakat agar bisa saling bekerja sama dalam memberikan perhatian lebih dalam terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia, salah satunya berkaitan dengan masa depan para guru.

“Semua ini tidak boleh lepas dari kerja sama dan dukungan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah dan memikirkan masa depan guru,” tandas Muhadjir.

Diberitakan sebelumnya, syarat pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) teruntuk tenaga honorer menjadi polemik, lantaran pemerintah menetapkan batas usia maksimal adalah 35 tahun. Hal tersebut tentu memupuskan harapan para guru honorer yang sudah tak memenuhi syarat tersebut.