4 Tokoh Penting Batal Jadi Timses Jokowi-Ma’ruf. Ada Apa?


SURATKABAR.ID – Sejumlah tokoh penting yang sebelumnya dikabarkan akan memperkuat tim pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin dipastikan batal bergabung.

Hal ini disampaikan oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) di Jawa Timur, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin. Menurut Machfud, tokoh-tokoh ini batal bergabung karena alasan tersendiri.

Seperti mantan menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Dahlan Iskan yang memilih mundur karena alasan kesehatan. Sementara itu, KH Asep Saefuddin Chalim yang merupakan pengasuh pesantren Amanatul Ummah juga memilih mundur dari TKD Jawa Timur.

“Kiai Asep ingin bebas,” ujar Machfud di Surabaya, Jumat (21/9/2018), dilansir tribunnews.com.

Baca juga: Tak Hanya Dahlan Iskan, Kofifah Juga Batal Jadi Timses Jokowi Ma’ruf. Apa yang Terjadi?

Sebelumnya, nama Dahlan Iskan dan Kiai Asep tercantum dalam SK TKD Jatim pasangan Jokowi-Ma’ruf. Keduanya ditunjuk sebagai Dewan Penasihat.

Selain kedua tokoh tersebut, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak juga dipastikan tak akan bergabung di tim pemenangan Jokowi-ma’ruf.

Meski begitu, menurut Machfud, Khofifah dan Emil memang tak masuk dalam kerangka tim tersebut. “Bu Khofifah dan Mas Emil tidak masuk,” ujarnya.

Namun, Khofifah dan Emil sempat direncanakan untuk masuk dalam TKD Jawa Timur. Khofifah akan dimasukkan sebagai Dewan Pembina, sementara Emil sebagai Dewan Pengarah.

Machfud melanjutkan, meski tokoh-tokoh tersebut batal bergabung dengan tim pemenangan, namun mereka dipastikan akan tetap mendukung kubu petahana.

“Mereka tetap bersama kami kok. Namun dengan tak terlibat di tim maupun struktur, mereka bisa lebih bebas. Mereka tetap mendukung Pak Jokowi,” tutur mantan Kapolda Jatim tersebut.

Sementara itu, menurut KH Zahrul Azhar Asad yang akrab disapa Gus Hans, Emil Dardak batal bergabung dengan TKD Jokowi karena akan fokus di JKSN untuk mengoptimalkannya.

“Atas nama Emil Dardak saya menyatakan bahwa Pak Emil akan mengundurkan diri dan akan fokus di JKSN.  Kami optimalisasikan di JKSN ini. Sayang jika jaringan nasional dikungkung di tingkat Jatim saja,” tutur Gus Hans dalam jumpa pers yang digelar Jumat (21/9/2018).

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]