Yenny Wahid Hingga Dahlan Iskan Tolak Masuk Timses Capres


SURATKABAR.ID – Memasuki masa kampanye pasangan capres-cawapres yang akan dimulai besok Minggu (23/09/2018), sederet nama tokoh hingga pejabat dikabarkan akan bergabung dengan timses kedua kubu; baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto. Yang termasuk ke dalam daftar-daftar nama itu juga meliputi mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Selain itu ada juga nama putri Almarhum Gus Dur, Yenny Wahid, yang sempat muncul di draf timses Prabowo-Sandiaga yang beredar.

Melansir Detik.com, Sabtu (22/09/2018), nama Yenny sebelumnya ada di daftar timses Prabowo dengan tanda bintang. Yenny mengatakan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk memutuskan bergabung dengan timses Prabowo atau tidak.

Kepastian Yenny bergabung dengan kubu Prabowo akhirnya terjawab pada Jumat (21/09/2018) kemarin. Wakil Ketua Timses Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, memastikan Yenny tidak masuk timses.

“Tidak. Memang Mbak Yenny ada rencana mau kita daulat di tempat penting, tapi yang lebih baik beliau sementara di posisi…,” ungkap Priyo di depan kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (21/09/2018).

“Tidak (masuk timses),” tandas Sekjen Partai Berkarya ini.

Baca juga: Pesan Din Syamsuddin untuk Jokowi dan Prabowo: Jangan Halalkan Segala Cara

Sementara itu, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan dukungan tidak harus diucapkan secara formal. Hal ini disampaikan masih sehubungan dengan Yenny.

“Yenny nggak apa-apa. Dukungan itu harus diucapkan dalam bentuk formal, verbal tapi bukan itu. Kadang-kadang dalam arti kutahu yang kau mau,” tutur Muzani.

Sebelumnya, cawapres Sandiaga mengatakan dari tim Yenny Wahid sudah ada yang diakomodasi masuk timsesnya. Namun Yenny membutuhkan waktu tambahan untuk memutuskan keikutsertaannya bergabung dengan timses Prabowo.

“Kami masih menunggu konfirmasi dari Bu Yenny, tapi Bu Yenny sudah berkoordinasi memerlukan tambahan waktu untuk memutuskan,” ucap Sandiaga di depan kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (20/09/2018).

Sementara itu, saat dihubungi pada Kamis (20/09/2018) kemarin, Yenny menjawab dirinya belum membuat keputusan. Dia menegaskan belum tergabung dalam BPN Prabowo-Sandiaga.

“Saya belum membuat keputusan. Itu mungkin draf Gerindra. Kalau dari saya sendiri, tidak,” ucap Yenny lewat pesan singkat, Kamis (20/09/2018).

Tak hanya Yenny, rupanya hal serupa juga terjadi dengan Dahlan Iskan. Sebelumnya, nama Dahlan sempat disebut masuk sebagai dewan penasehat di Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf di Jawa Timur. Namun saat TKD Jatim mendaftarkan nama-nama anggota tim sukses ke KPU, nama Dahlan Iskan tidak tercantum.

“Pak Dahlan beliau mundur. Mungkin kesibukan dan menyangkut masalah kesehatan,” tukas Ketua TKD Jatim Irjen (Purn) Machfud Arifin saat mendaftarkan TKD di KPU Jatim Jalan Tenggilis, Surabaya, Jumat (21/09/2018).

Sementara itu, nama lain yang menolak masuk timses Jokowi adalah Gubernur Jawa Timur terpilih Khofifah Indar Parawansa. Meski begitu, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Moeldoko mengatakan yang terpenting adalah semangat Khofifah dalam mendukung Jokowi-Ma’ruf.

“Yang penting semangatnya,” ujar Moeldoko di Rumah Juang Jokowi, Jl Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (21/09/2018).

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]