Terkait Mafia Impor Pangan, Rizal Ramli: Yang Saya Buka Masih Segini Nih

SURATKABAR.ID – Bicara soal Impor beras, daging maupun garam, Rizal Ramli mantan Menko Perekonomian mengingatkan kalau Joko Widodo (Jokowi) presiden saat kampanyenya dulu berjanji akan menghapuskan mafia kartel.

“Bapak Jokowi pada saat kampanye tahun 2014 di Surabaya pidato akan menghapuskan mafia kartel Quota, ada itu di TV, tetapi setelah pak Jokowi kuasa, orang-orang dekatnya ditempel, ini uang triliunan rupiah, soal beras misalnya , di Bangkok harga beras 6 Ribuan kurang, ditambah transportasi, shipping, asuransi kurang dari Rp7.000, Di dalam negeri Rp10.000, selisih nya Rp3.000, selisih 1000 perak itu Rp1 triliun, selisih 2000 itu Rp 2 triliun, hitung saja,” ujar Rizal di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, dikutip suarasurabaya.net, Kamis (20/9/2018).

Rizal mengingatkan kepada semua pihak yang bermain kartel untuk menghentikan permainannya, karena dia sudah tidak mempunyai rasa takut untuk membongkarnya.

“Jadi jangan main-main, karena ini banyak yang tahu. Yang saya buka masih segini nih (kecil sekali, red), jangan becanda ama gue, jangan becanda sama Rizal Ramli , kalau kita buka semuanya apa nggak habis. Rizal ramli takutnya sudah tidak ada, takutnya hanya sama Allah Yang Maha Kuasa, karena saya sudah katakan, tahun yang lalu ,Hidup saya udah 63 tahun Aku mau wakafkan agar masyarakat Indonesia maju, gua nggak peduli siapa lawan gue,” tegasnya.

Baca juga: BI Gunakan Rp 11,9 Triliun untuk Jaga Rupiah, Rizal Ramli Lempar Komentar Pedas

Dia menegaskan, ada audit BPK yang menyebutkan 11 kesalahan proses dan prosedur impor pangan selama 2 tahun terakhir.

“Menteri perdagangannya jalan sendiri, tidak izin dari Menteri teknis, menteri lain-lain,” kata Rizal.

Rizal mengatakan, kalau KPK canggih sebenarnya tinggal mengambil saja audit BPK, dan ditelusuri siapa yang merugikan, bisa diperiksa semuanya.

Rizal menceritkan perkara Luthfi Hasan Ishak (LHI) mantan Presiden PKS yang terjerat impor sapi. Menurutnya, perkara itu hnya 10 persennya dibanding kasus-kasus sekarang.

“Masih ingat nggak dengan kasus LHI yang cuma main impor daging, dia pun nggak dapat 100%, cuman 10 atau 20% dari impor daging , penjara 15 tahun. Jangan becanda, yang sok jago begini, kalau KPK buka ini terbuka, bisa bayangkanlah, LHI masih di Sukamiskin itu 15 tahun, kasusnya kecil dibandingkan apa yang terjadi hari ini,” ujar Rizal.

Soal kebijakan impor beras oleh Enggartiasto Lukito Mendag yang berasal dari partai NasDem, Rizal menilai kalau Surya Paloh Ketua Umum NasDem membuat partinya terlalu pragmatis.

“Kepada Bang Surya, saya hormati Bang Surya dari dulu, tokoh kebebasan pers tapi sudah bikin partai terlalu pragmatis, terlalu pertimbangan hanya kekuasaan saja , Saya ingin ngajak Bang Surya Ngopi supaya tidak monolog di copy monolog,” tegasnya.

Rizal juga minta Jokowi Presiden untuk mengganti Enggartiasto Lukito Mendag, karena kebijakannya tidak pro rakyat.