Waspada Jebakan Betmen! Cuma Air Minum di Warung Kecil, Pembeli Ini Syok Harus Bayar Rp 1,4 Juta


SURATKABAR.ID – Harga tak wajar yang dipasang seenaknya oleh warung-warung pinggir jalan bukan sekali dua kali menggegerkan jagat maya. Kali ini datang dari sebuah keluarga asal Jitra, Kedah, Malaysia, yang harus membayarkan tagihan dengan jumlah tak masuk akal untuk air minum di rumah makan kecil.

Pengalaman tak menyenangkan tersebut, seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com, Kamis (20/9/2018), dibagikan seorang pengguna ke akun Facebook Kementerian Perdagangan Domestik dan Urusan Konsumen (KPDNHEP) Kelantan pada Minggu (16/9) lalu.

Adalah Siti Roshilah Rosli (31), ia mendatangi sebuah warung di dekat Pantai Cahaya Bulan pada Jumat pekan lalu bersama 28 orang lainnya untuk santap malam. Mereka lalu memesan menu makanan masing-masing, yakni dua mangkuk maggi ketam (olahan kepiting), beberapa piring nasi putih, dan tomyam.

Sementara untuk minumannya, kebanyakan dari mereka memesan es teh. Hanya beberapa yang pesan kopi, dan segelas jus wortel. Dan begitu tiba waktunya membayar, betapa terkejut mereka. Pasalnya di tagihan tercantum biaya RM 413 atau setara dengan Rp 1,4 juta untuk semua pesanan.

Tak terima dengan harga yang dirasa terlalu mahal, mereka lantas bertanya. Namun sayangnya, justru respon tak bersahabat dari pihak warung makan yang didapatkan. Akhirnya, mau tidak mau mereka harus merogoh dompet dan melunasi tagihan tersebut.

Baca Juga: Gagal Mesra! Niatnya Gombalin Suami, Chat Istri Ini Malah Bikin Sakit Perut Gara-Gara Pakai Nyalahin Micin

“Air minum dibebankan 101 ringgit (Rp 362 ribu), dessert 109 ringgit (Rp 391 ribu), dan menu makan utama 203 ringgit (728 ribu) termasuk dua maggi ketam. Ketika kami bertanya, juru masak berkata menu utama totalnya 203 ringgit, semangkuk dihitung 50 ringgit padahal di daftar menu harganya cuma 15 ringgit (Rp 53 ribu),” aku Siti.

Lantaran kecewa berat, mereka kemudian mengunggah pengalaman pahit tersebut di akun Facebook KPDNHEP Kelantan dan langsung mendapat tanggapan positif dari banyak pihak. Rupanya Siti bukan satu-satunya pembeli yang terkena jebakan betmen di warung tersebut.

“Keluhan saya mendapat umpan balik positif dari para pihak dan mereka ‘menyerbu’ restoran. Saya berharap bahwa tindakan yang diambil oleh pihak berwenang sangat baik untuk mendidik pedagang seperti itu. Agar mereka tidak mengambil keuntungan dariharga yang tidak masuk akal kepada pelanggan,” ujar Siti.

Terkait hal tersebut, Pejabat Penegak Hukum KPDNHEP Firdus Zakaria mengungkapkan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap warung yang dimaksud. Dalam pemeriksaan, ditemukan fakta bahwa pedagang diduga menyesatkan para pelanggan dengan sengaja meletakkan harga yang berbeda di daftar menu.

“Pedagang membuat alasan bahwa harga kepiting sesuai dengan harga pasar saat ini dan belum mengubah tampilan harga. Pedagang diyakini mengambil keuntungan karena memasuki musim liburan da nada unsur-unsur niat untuk ‘menjebak’ pelanggan.”

Dalam hal ini, kami tidak akan berkompromi dan akan memaksakan tindakan tegas dengan memperpanjang kasus ini ke pihak penuntut untuk tindakan lebih lanjut,” tandas Firdus Zakaria dengan tegas.