Jleb! Cukai Rokok untuk Atasi Defisit BPJS Kesehatan, Sindiran Sudjiwo Tedjo pada Jokowi Nyelekit


    SURATKABAR.ID – Budayawan Sudjiwo Tedjo kembali menjadi sorotan. Kali ini karena komentarnya mengenai penandatanganan pemanfaatan cukai rokok dari daerah untuk menutup defisit keuangan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    Melalui akun Twitter pribadinya, @sudjiwotedjo, ia mengucapkan terimakasih pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menandatangani Perpres cukai rokok untuk mengatasi defisit keuangan BPJS Kesehatan.

    Dalam cuitan yang diunggah pada Rabu (19/9/2018) kemarin itu, Sudjiwo juga mengatakan bahwa kaum perokok bernasib malang karena ruang yang disediakan untuk merokok sempit.

    Terima kasih Pak Jokowi ud teken Perpres Pajak Rokok buat nalangi BPJS kesehatan, walau nasib kami kaum perokok makin mirip binatang dari kumpulan yang terbuang: Ruang smoking sempit tak seluas/semanusiawi ruang non smoking. Kereta api gak ada smoking areanya dll.” katanya di Twitter, dilansir tribunnews.com.

    Baca juga: Polemik Emak-Emak vs Ibu Bangsa, Komentar Sudjiwo Tedjo Jadi Sorotan

    Selain berterimakasih pada Jokowi, Sudjiwo juga membahas soal pahlawan tanpa tanda jasa. Menurutnya, guru tak bisa lagi dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena menerima sertifikasi.

    Hal ini berbeda dengan perokok. Para perokok yang menyumbang pajak dan tak meminta sertifikasi menurut Sudjiwo pantas dijuluki pahlawan tanpa tanda jasa.

    Sekarang satu2nya Pahlawan Tanpa Tanda Jasa adalah PEROKOK. Guru yg dulu pahlawan tanpa tanda jasa kini sudah dipamrihi tanda sertifikasi guru. Mana sertifikasi perokok yg cukainya aja nyumbang Rp 150an T per tahun? Kami ikhlas… kami ridlo.. kami legowo.” katanya.

    Meski menuliskan rasa terimakasih pada Jokowi soal cukai rokok yang dimanfaatkan untuk menutup defisit anggaran BPJS Kesehatan, Sudjiwo juga menuliskan sindirannya.

    Peringatan pemerintah: Merokok dapat membantu pemerintah untuk menalangi tunggakan BPJS Kesehatan,” katanya.

    Menanggapi cuitan Sudjiwo ini, tak sedikit netizen pengguna Twitter yang merasa sebagai pahlawan atau anak pahlawan karena mereka perokok atau orangtuanya merokok.

    sebagai perokok, gue merasa menjadi pahlawan skrng. terharu akutu,” tulis akun @IbaAkutu_ menanggapi.

    aku ndak perokok tapi bapak ku seorang perokok berarti aku keturunan pahlawan mbahhhh,” kata @botokantempe.