Tersangka Prostitusi Online Terungkap, Kapolres Ciamis: Ini Kasus Pertama

SURATKABAR.IDPolres Ciamis berhasil membongkar jaringan prostitusi online. Selain mengamankan barang bukti berupa uang tunai dan telepon genggam, polisi juga menangkap tersangka AM (27) yang bertindak sebagai muncikari atau yang menawarkan perempuan kepada pemesannya.

Tersangka AM alias Virda Citra Hilma ditangkap ketika sedang bersama dengan Aden Bee, kolega AM. Selain itu polisi juga meminta keterangan Fara, peremuan anak buah AM, berikut pemilik rumah kos Hejo di Karangpangingal, kecamatan Ciamis, Kibil.

“Ini kasus pertama prostitusi online yang berhasil diungkap Polres Ciamis. Saat ini kami masih mendalami dan mengembangkan keterangan tersangka yang menyediakan P*K,” tutur Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Reskrim AKP Hendra dan Paur Humas Iptu Iis Yeni, dikutip BeritaSatu, Rabu (19/9/2018).

Bismo menambahkan, pada tanggal 12 September 2018, Aden melalui aplikasi WhatsApp meminta disediakan seorang perempuan. Tanpa menunggu lama, permintaan tersebut disanggupi, termasuk kesepakatan pembayaran sebesar Rp 500.000.

Aksi mereka, rupanya terendus pihak Polres Ciamis. Setelah melalui pengintaian, sekitar pukul 20.00 WIB polisi melakukan penggerebgean kamar nomor 5 rumah kos Hejo di wilayah Karangpaningal, Kecamatan Ciamis.

Baca juga: Waduh! Netizen Heboh Foto Millendaru Terpampang di Situs Prostitusi Online

Selain mendapati dua orang di dalam kamar, polisi juga mengamankan tersangka, serta pemilik rumah kos untuk diminta keterangannya.

“Dari transaksi sebesar Rp 500.000, sang perempuan hanya menerima Rp 100.000, sedangkan lainnya diambil tersangka. Ternyata, sebelumnya Aden juga pernah memesan perempuan kepada tersangka, dengan bayaran waktu itu sebesar Rp 300.000,” katanya.

Di depan polisi, tersangka mengaku baru tiga kali melayani pesanan. Seluruh komunikasi transkasi dan wanita yang dipesannya, dilakukan melalui aplikasi WhatsApp. Tersangka Virda juga mengaku punya dua wanita yang dapat diajak kencan.

“Semua transaksi melalui online. Kami masih mengembangkan kasus ini, sebab tidak menutup kemungkinan ada jaringan lain,” urai Kapolres.

Tersangka Virda, lanjutnya dijerat dengan Pasal 296 KUHP atau 506 KUHP dan UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.