Dituduh Lakukan Penipuan Bisnis Bersama Kakaknya, Jessica Iskandar: Ini Pemerasan!


SURATKABAR.ID – Banyak selebritas  dan artis Tanah Air yang kini melebarkan sayapnya di dunia bisnis, salah satunya termasuk artis peran Jessica Iskandar. Namun kini, ia beserta kakaknya, Erick Bana Iskandar, sedang dirundung masalah. Mereka berdua dituduh melakukan penipuan bisnis.

Mengutip laporan Grid.ID, Selasa (18/09/2018), pengusaha bernama Martin Pratiwi menuduh Jessica dan Erick telah melanggar kontrak kerja sama untuk bisnis kosmetik. Dalam kasus ini, Erick dan Jessica merupakan pemilik merek, sedangkan Martin Pratiwi sebagai pemilik produk.

Berdasarkan informasi dari Jessica, Martin menuntut dirinya dan sang kakak untuk mengembalikan modal bisnis senilai ratusan juta Rupiah saat proses penjualan barang belum selesai.

“Barang dan uang hasil jualan masih ada, belum dibagi-bagi. Sedangkan, dia tiba-tiba udah langsung melakukan hal yang bisa dibilang pemerasan. Jadi ya sangat disayangkan sekali,” ujar Jessica saat ditemui di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Jessica menuturkan bahwa dalam berbisnis uang tak bisa diminta saat barang yang dijual belum laku. Berbisnis juga bukan tentang untung yang datang setiap harinya, ada kalanya juga mengalami kerugian.

Baca juga: Geger Foto Mesra Sophia Latjuba dan Jeremy Thomas, Ina Thomas Peringatkan Begini

“Jadi kita enggak bisa maksain orang ini barangnya udah di kamu, kamu harus ganti modal aku semua uang yang aku keluarin. Dia udah mintanya terlalu berlebihan kan. Bisnis enggak bisa gitu,” bebernya.

Sedangkan, pihak Erick mempertanyakan mengapa Martin Pratiwi mengaku rugi, padahal kerja sama antara kedua belah pihak ini belum berakhir.

“Perjanjian tersebut sampai saat ini masih berjalan dan tidak pernah dinyatakan secara surat tanda berakhirnya kontrak oleh para pihak, kalau ada yang merasa dirugikan ya silakan gugat perdata,” ujarnya.

Erick juga mengungkapkan bahwa dirinya siap untuk diaudit atas masalah ini.

“Saya siap diaudit untuk masalah ini, karena semua laporan saya lengkap, uang penjualan dan barang ada. Tidak ada penipuan dan penggelapan dalam masalah ini,” papar Erick dalam konferensi pers di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Sabtu (15/09/2018).

Lebih lanjut Erick memaparkan hasil penjualan untuk periode November 2017 hingga Februari 2018 sudah masuk ke rekening admin bisnis mereka.

Total hasil penjualan tersebut ialah Rp 93.852.000,00, belum dipotong biaya operasional staff.

“Perlu saya jelaskan bahwa sampe dengan detik ini saya tidak pernah menerima uang sepeser pun dari MP. Justru saya yang sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk kegiatan promosi dan melakukan penjualan produk,” tandasnya.

Martin mengaku mengalami kerugian hingga mencapai Rp 464 juta.

Sementara itu, kuasa hukum mengungkapkan bahwa kliennya tidak mendapatkan informasi dimana produk dan berapa jumlah produk yang berhasil terjual.