Brutal! Ditemukan Membusuk di Kamar Mandi, Leher-Kepala Ririn Menghitam


    SURATKABAR.ID – Kematian gadis cilik yang baru berusia 11 tahun bernama Ririn Agustin kini mulai terungkap. Ditemukan tewas, jejak pembunuhan brutal ini terlihat jelas di tubuh Ririn. Pelaku diduga kuat menjerat leher bocah itu sehingga kulit leher hingga kepalanya menghitam.

    “Kita belum menerima hasil visum yang resmi. Tapi berdasarkan koordinasi awal, ditemukan luka pada tubuh korban. Di bagian kepala sampai bahu. Ada bagian yang menghitam seperti luka jeratan,” beber Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya saat ditemui pers di ruang kerjanya, Senin (17/09/2018). Demikian melansir Detik.com hari ini.

    Diungkapkan Slamet, Ririn tewas beberapa hari sebelum ditemukan. Korban ditemukan dalam kamar mandi di kontrakan milik orang tuanya.

    Mengutip laporan Pikiran Rakyat, kamar mandi itu dihuni Anton (50) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang permak celana jeans di Dusun Mekarsari, Desa Jomin Barat, Kecamatan Kotabaru, Karawang.

    Tokoh masyarakat setempat yang bernama Salam menuturkan kepada pers bahwa korban ditemukan dalam keadaan membusuk di kamar mandi kamar Anton. Sehingga dengan demikian, besar kemungkinan dugaan pelaku pembunuhan jatuh kepada yang bersangkutan.

    Baca juga: Viral Keranda Jenazah Terdorong Misterius Hingga Tercebur Kolam, Netizen: Kun Fayakun

    Ketika ditemukan, jenazah Ririn berada dalam posisi telentang dengan posisi tangan mengangkat ke atas. Kendati mayat Ririn masih berpakaian lengkap, terdapat kasur lantai yang membungkus tubuhnya.

    “Pakaiannya bukan seragam sekolah,” imbuh Slamet.

    Terakhir kali, Ririn terlihat pada Kamis sore (13/09/2018) lalu. Beberapa jam sebelum menghilang, korban sempat pergi ke warung karena disuruh membeli rokok.

    “Korban beli rokok jam satu siang, dia sempat bilang mau berangkat les sekitar jam tiga, tapi tidak kunjung pulang,” tukas Kasatreskrim Polres Karawang AKP Maradona Armin Mappaseng.

    Saat ini, polisi masih terus berusaha menguak kasus itu. Polisi masih mengorek keterangan dari sejumlah saksi.

    “Secara resmi, kami sudah memeriksa tiga orang, yaitu ketua RT dan dua orang warga. Tapi interogasi lisan sudah kami lakukan kepada sepuluh orang lebih,” pungkas Maradona.

    Sebelumnya, anak Kelas VI siswa Sekolah Dasar Negeri Jomin Barat IV Karawang ini sempat dinyatakan hilang. Namun kemudian ia ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan dan menimbulkan aroma busuk pada Sabtu (15/09/2018).