Ungkap Penyebab Hubungannya yang Kandas, Reino Barack Merasa Dikecewakan Luna Maya

SURATKABAR.IDKabar putus hubungan asmara Luna Maya dan Reino Barack ternyata benar. Setelah Luna Maya mengungkap kabar itu melalui Instagram pribadinya, giliran Reino Barack yang bicara.

Disinggung soal postingan Luna Maya, dia membenarkan sudah tak lagi menjalin kasih dengan mantan kekasih Ariel Noah itu.

“Enggak (pacaran), udah (putus),”  kata Reino Barack singkat, dikutip JPNN.com, Minggu (16/9/2018).

Pengusaha muda itu mengaku hubungannya dengan Luna Maya telah berakhir sejak lama. Dia mengungkapkan ada beberapa alasan yang membuat hubungannya dengan Luna tak bisa dilanjutkan.

“Ya sudah beberapa bulan lah,” lanjutnya.

Baca juga: Dikabarkan Putus, Luna Maya Ungkapkan Kalimat Ini untuk Reino Barack

Menanggapi unggahan Luna Maya di Instagram pribadinya, produser Bima Satria Garuda itu merasa bukan haknya mengomentari. Dia pun menyarankan awak media untuk bertanya langsung ke Luna.

“Oh ya tanya aja lah sama orangnya, jangan tanya saya. Hehe..,” ungkapnya seraya menyeringai.

Menurut Reino, banyak hal yang menyebabkan hubungan asmaranya dengan Luna kandas. Namun, Reino tak bersedia merincinya.

“Banyak hal,” jawabnya.

Sempat enggan berkomentar, Reino akhirnya mengungkapkan kekecawaannya kepada sebuah acara infotainment.

Ia justru mengaku kecewa kepada Luna yang ia sebut sebagai partner segala hal termasuk partner bisnis. Namun ia tak menjelaskan secara detail.

“Sebetulnya saya sangat dikecewakan sama dia, sangat.” ujar Reino.

“Saya nggak mau ngomong panjang apa, kenapa, gimana.Tapi intinya saya kecewa. Fatal, sangat!” tambahnya.

“Dan menurut saya, saya nggak pantas sih. Itu kan menurut saya, komen egois,” jelas Reino.

Selain mengaku kecewa, Reino sendiri mengungkap ia memang belum mau menikah. Ia juga mengatakan kisah asmaranya memang masih berkaitan dengan keluarga.

Tanpa menyebut secara gamblang, Reino menyebut keputusannya untuk jalani pacaran dengan Luna memang belum bertujuan untuk menikah, karena ia memang masih merasa ada yang janggal.