Akhirnya Terkuak! Sebut Ustaz Abdul Somad Lebih Mahal dari Istana, Ini Dia Sosok yang Haramkan UAS Jadi Cawapres


SURATKABAR.ID – Sosok pendakwah kenamaan Ustaz Abdul Somad atau yang lebih akrab disapa dengan sebutan UAS sempat ramai disebut-sebut masuk sebagai kandidat wakil presiden yang akan mendampingi bakal calon presiden Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Kabar tersebut memang sudah lama berlalu. Sosok cawapres Prabowo pun sudah terpilih, yakni mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno. Dan baru-baru ini UAS membagikan sebuah foto yang berisi rahasia terkait batalnya ia menjadi cawapres.

Seperti yang dilansir laman Tribunnews.com, Minggu (16/9/2018) dari akun media sosial Instagram resmi milik UAS, @ustadsabdulsomad, ulama Indonesia tersebut mengunggah foto dirinya saat tengah bersama Syaikh Umar Rokan Hulu.

Di dalam postingan yang diunggah pada pada Jumat (14/9/2018) lalu tersebut, UAS menambahkan keterangan yang menyatakan bahwa selama ini memang ada sosok di belakangnya yang tegas melarang ia maju sebagai calon wakil presiden.

Tampak dalam foto tersebut, UAS dan Syaikh Umar tengah menghabiskan waktu berbincang santai. Lalu dimulaikan obrolan dari UAS yang mengajukan pertanyaan terkait pendapat Syaikh Umar apabila dirinya menerima pinangan sebagai cawapres Prabowo Subianto.

Baca Juga: Blak-Blakan Soal Intimidasi, Ustad Abdul Somad: Ratusan yang Akan Merusak Acara

Yah (ayah, panggilan UAS teruntuk Syaikh Umar), cemano kalau aku jadi Wakil Presiden? (Yah, bagaimana kalau aku jadi wakil presiden?),” tanya pendakwah lulusan Universitas Al-Ahzar pada tahun 2002 silam tersebut.

Pertanyaan UAS langsung dijawab secara singkat oleh Syaikh Umar yang jelas-jelas melarang hal tersebut. “Tak usah la (tidak usah lah),” sahut Syaikh Umar tegas.

Meski telah mendengarkan larangan tegas dari Syaikh Umar, namun UAS kembali mengeluarkan pertanyaan tentang boleh tidaknya ia ke Istana Negara. “Boleh awak ke Istana? (Boleh aku ke Istana?),” tanya UAS kemudian.

Syaikh Umar lagi-lagi mengeluarkan jawaban yang begitu bijaksana pada UAS. “Ananda lobih mahal daripado Istana tu lai (Kamu lebih mahal daripada Istana itu lagi),” jawab Syaikh Umar.

UAS, seperti yang diberitakan sebelumnya, pernah diusulkan oleh Ijtima’ Ulama untuk menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Kala itu UAS menolak permintaan tersebut dengan alasan ingin memfokuskan diri sebagai pendakwah dan pengajar.

Begitu UAS menolak, sejumlah nama yang digadang-gadang mendampingi Prabowo pun sempat bermunculan. Peserta Ijtima’ Ulama serta Tokoh Nasional bahkan sepakat merekomendasikan Prabowo Subianto berpasangan dengan Al Habib Salim Segaf Al-Jufri.

Tetapi rupanya Prabowo Subianto malah mengeluarkan keputusan yang sama sekali tidak diduga oleh siapa pun dengan memilih Sandiaga Uno untuk menempati posisi sebagai calon wakil presiden mendampinginya dalam perebutan kursi presiden di Pilpres 2019 mendatang.