Terlalu! Pria Ini Pura-Pura Autis Demi Lampiaskan Niat Bejatnya pada Perawat, Aksinya Terbongkar Setelah…


SURATKABAR.IDDown syndrome atau yang lebih sering disebut dengan istilah autisme merupakan penyakit genetik. Penderita yang terkena gangguan ini biasanya menunjukkan ciri-ciri fisik tertentu. Dan umumnya antara satu orang dengan lainnya memiliki ciri yang berbeda.

Tergolong penyakit yang cukup serius, sehingga tak seorang pun di dunia ini berharap dirinya atau orang-orang terdekatnya menderita autisme, namun ada seorang pria dewasa yang justru sengaja berpura-pura menjadi orang autis.

Adalah Paul Anthony Menchaca, seperti yang dilansir laman Grid.ID dari People.com pada Sabtu (15/9/2018), seorang pria asal Amerika Serikat yang diketahui berusia 31 tahun, diamankan aparat kepolisian setempat setelah kedapatan menyembunyikan niatan bejat dengan berpura-pura autis.

Polisi menangkap Paul atas kasus penipuan dan pelecehanseksual. Darrel Krueger, salah seorang polisi yang bekerja di divisi kejahatanseksual, mengaku baru kali ini menjumpai kasus yang terbilang sangat aneh seperti yang dilakukan Paul.

“Aku bekerja di divisi kejahatanseksual selama bertahun-tahun, namun tidak pernah mendapat kasus aneh seperti ini,” tutur Krueger.

Baca Juga: Sempat Diumumkan Hilang via Medsos, Gadis Cilik Ditemukan Membusuk Berselimut Kasur di Rumah Kontrakan

Kepolisian negara bagian Arizona menangkap Paul pada Kamis (6/9) lalu. Aksi amoralnya berhasil terbongkar setelah tiga wanita yang mengaku menjadi korban melaporkan tindakan Paul ke polisi.

Wanita-wanita tersebut mengungkapkan Paul melancarkan aksi penipuan dengan beralibi sebagai ibu yang memiliki seorang anak berkebutuhan khusus. Ia mengatakan pada para korbannya memiliki bantuan.

Rupanya Paul menggunakan nama inisial Amy di akun miliknya dan menyebarkan cerita palsu. Dengan begitu lihainya, pria ini membuat tiga korban wanita tersebut luluh dan memutuskan mengulurkan bantuan kepada dirinya.

Selama ketiga wanita tersebut merawat Paul yang berpura-pura sebagai anak autis, pria tersebut kerap mengajukan permintaan-permintaan yang menjurus ke arah pelecehanseksual. Seperti misalnya, memandikan Paul sampai menggantikan popok.

Mereka akhirnya mulai menaruh curiga kepada Paul. Para korban pun memutuskan menyelidiki latar belakang Paul dengan menghubungi orangtuanya. Kebenaran pun terkuak setelah orangtua Paul mengatakan yang sebenarnya, bahwa anak mereka tidak menderita autisme.