Sempat Diumumkan Hilang via Medsos, Gadis Cilik Ditemukan Membusuk Berselimut Kasur di Rumah Kontrakan


SURATKABAR.ID – RA, pelajar sekolah dasar (SD) berusia 11 tahun, warga Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditemukan tak lagi bernyawa dalam kondisi mengenaskan. Sempat menghilang selama hampir tiga hari, kondisi tubuh RA sudah membusuk diselimuti kasur.

Mayar RA, seperti dilansir dari laman Detik.com pada Sabtu (15/9/2018), diketemukan di kamar mandi rumah kontrakan milik orangtuanya di Kampung Rawasari, RT 01 RW 03, Desa Jomin, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (15/9).

“Kita masih kebingungan dan masih mencari tahu penyebab kematian korban,” ungkap Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Maradona Armin Mappaseng ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (15/9). “Saat ini jenazah korban sedang diautopsi di RSUD Karawang,” tambahnya.

Misteri hilangnya bocah malang tersebut akhirnya terkuak oleh warga setempat. Sejumlah warga mengaku curiga setelah mendapati aroma tak sedap yang begitu menyengat keluar dari dalam rumah kontrakan tersebut.

“Ada tetangga yang mencium bau tak sedap dari dalam kontrakan milik kami,” tutur bibi RA, Neti ketika ditemui di RSUD Karawang.

Baca Juga: Bikin Geram! Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Mantri Penyebab Bocah Kehilangan ‘Itu’nya Saat Sunat Laser

Warga yang penasaran lantas menyelidiki asal bau tersebut dan mendobrak paksa pintu kontrakan yang saat itu dalam kondisi terkunci. Benar saja. Di dalam rumah bercat kuning tersebut, aroma menyengat makin kuat tercium. Asalnya dari dalam kamar mandi.

Begitu diperiksa, warga mendapati sesosok mayat diselimuti kasur lantai. “Setelah dibuka (kasur), rupanya itu keponakan saya yang sudah hilang dua hari,” ungkap Neti.

Neti mengatakan, korban kali terakhir terlihat pada Kamis (13/9) sore lalu. Pada waktu itu, RA berpamitan pergi ke luar rumah untuk les. Namun sayangnya, hingga malam turun, siswi yang masih duduk di bangku kelas VI SD tersebut tak juga pulang.

“Dia izin berangkat les, namun waktu menjelang sore tak kunjung pulang. Lantas kami sekeluarga mencari korban ke mana-mana hingga disebar ke media sosial,” ungkap Neti.

Hingga berita diturunkan, jajaran Polsek Kota Baru dan Unit Inafis Polres Karawang tengah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab kematian RA. “Untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujar Maradona.

Sebelum ditemukan, pihak keluarga RA sempat menyebarkan berita kehilangan gadis cilik berusia 11 tahun tersebut melalui akun media sosial. Jali Doang, salah satu kerabat korban mengaku, dua hari lalu dirinya mengunggah foto RA dengan keterangan anak hilang di grup Facebook Karawang Info (Karin).

Assalamualaikum sahabat Karin. Saya minta bantuan nya barang Kali Ada yg melihat anak yg Ada di foto ini tolong hubungi saya,anak ini hilang dari jam 3 sore tadi sampai sekarang blm d temukan..mohon maaf Dan trima kasih,” tulis Jali, Kamis (13/9) sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun sayang, unggahan Jali hanya mengantongi 125 like, 65 komentar dan hanya 6 kali dibagikan.

Segala upaya terus dilakukan keluarga. Termasuk mencari keberadaan RA ke semua kenalan. “Bahkan kami tanya semua kenalan dan teman-temannya,” jelas Neti.

Dan lantaran RA tak juga ditemukan, pihak keluarga akhirnya melaporkan kasus kehilangan ke Polsek Kotabaru, Jumat (14/9).