Dianggap Berbahaya, Bocah Ini Disuruh Ubah Gaya Rambut Oleh Sekolahnya


SURATKABAR.ID – Sebuah sekolah di Inggris melarang salah seorang siswanya untuk hadir di sekolah karena gaya rambutnya yang dianggap berbahaya. Melansir dari Kompas.com, Kamis, (13/9/18), Sekolah Dasar Drayton Park di Bletchley, Milton Keynes, telah melarang Charlie Chafer (6) untuk hadir di sekolah sebelum dia mengubah gaya rambutnya.

Charlie diketahui kembali ke sekolah setelah liburan musim panas usai dengan gaya rambut mohawk. Ibu Charlie, Kirstie-Lea Day (26) terkejut saat mengetahui dirinya dipanggil oleh pihak sekolah pada Jumat (7/9/2018), dan diberi tahu jika anaknya tidak diizinkan masuk kelas sebelum mengubah gaya rambutnya.

Pihak sekolah beralasan, gaya rambut mohawk seperti yang dipilih Charlie, dapat mencolek mata anak lain di sekolah.

Baca Juga: Unik! Siswa Laki-laki Di Sekolah Ini Boleh Gondrong, Asalkan…

Mendengar alasan tersebut, Kirstie-Lea merasa pihak sekolah telah bersikap tidak adil kepada anaknya. “Ini hanya mohawk kecil dan rapi, tidak mempengaruhi pembelajarannya maupun siswa lainnya. Sungguh tidak adil bagi Charlie jika dia menjadi satu-satunya yang harus mencukur rambutnya,” kata Kirstie-Lea.

Kirstie, ibu dari tiga anak, diberi pilihan oleh sekolah untuk mencukur rambut putranya atau membawanya pulang, serta tidak akan mengizinkannya berada di sekolah selama masih menggunakan gaya rambut itu.

Menurut Kirstie, rambut mohawk anaknya hanya setinggi empat sentimeter dan tidak pantas menyebutnya berbahaya.

Saat dia mengancam akan memindahkan putranya ke sekolah lain, pihak sekolah mengatakan bahwa gaya rambut Charlie tidak pantas dan dapat mengalihkan perhatian anak-anak lainnya. “Tapi banyak anak-anak lain yang memiliki gaya rambut lebih ekstrem, seperti garis-garis, berbintang bahkan manik-manik.”

Dalam laman situs resmi sekolah Drayton Park disebutkan bahwa sekolah tidak mengizinkan siswa untuk memiliki potongan rambut yang ekstrem karena dianggap bakal mengalihkan perhatian siswa lain dan mengganggu proses pembelajaran.

Peristiwa seperti ini bukan kali pertama, sebelumnya seorang siswi bernama Marcella sekolah juga dilarang tampil pada buku tahunan karena tatanan rambutnya.

Awalnya Marcella tiba di sekolahnya di kawasan Ramsgate, Kent, Inggris untuk melakukan pemotretan buku tahunan bersama murid-murid lainnya.

Dia sudah berdandan dengan cantik untuk pemotretan tersebut. Sang ayah, Marcello Marino yang seorang hairdresser, menata rambutnya yang panjang dan pirang membentuk pita.

Betapa terkejutnya Marcella, saat sesi pemotretan tiba dia ternyata dilarang ikut. Alasan pihak sekolah, rambutnya terlalu mencolok dan tidak cocok dengan dress code.

Saat mengetahui perlakuan pihak sekolah pada putrinya, Marcello mengaku sangat kaget. Pemilik Marcello’s Hair Salon itu mengatakan dia hanya menata rambut anaknya agar terlihat elegan.

Sebelumnya, Marcella memang minta pada sang ayah untuk menata rambutnya. Dia ingin terlihat seperti putri saat pemotretan buku tahunan. Marcello pun menata rambut anaknya dengan elegan dengan membentuk pita dari rambut Marcella sendiri.

Saat dikonfirmasi, juru bicara sekolah mengakui mereka memang melarang Marcella ikut foto buku tahunan karena tatanan rambutnya. Menurut mereka, seharusnya rambut tersebut kalau mau ditata seperti pita seharusnya berwarna gelap seperti navy blue atau hitam. Keputusan pihak sekolah itu tentunya membuat Marcello kecewa.

Pemotretan buku tahunan itu sendiri dibatalkan karena ada beberapa murid yang tidak datang. Agar kejadian serupa tidak terulang lagi, keluarga Marino telah diperingatkan agar tidak menata rambut Marcella seperti pita lagi. Gadis cilik itu diminta tampil dengan rambut normal.

“Marcella sedih sekali. Dia pikir dia akan mirip putri. Tapi sekarang pihak sekolah tidak mengizinkannya,” kata Marcello kecewa, dikutip dari wolipop.detik.com