Batasan Usia untuk CPNS 2018, Honorer K2: Sakit Hati Kami

SURATKABAR.IDKeputusan pemerintah membatasi usia tenaga honorer kategori II yang boleh mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 diprotes.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 36 Tahun 2018 mengatur syarat administrasi bagi tenaga pendidik dan tenaga kesehatan dari eks tenaga honorer kategori II berusia maksimal 35 tahun pada 1 Agustus 2018. Selain itu, pelamar tersebut harus aktif bekerja secara terus menerus sampai sekarang.

“Aturan itu harus dihapus karena honorer yang usianya lewat 35 tahun tentunya tidak bisa bisa menjadi CPNS,” kata Ketua Forum Aliansi Guru dan Karyawan (Fagar) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Cecep Kurniadi, dikutip CNNIndonesia, Kamis (13/9/2018).

Menurut dia, besaran kuota untuk kategori dua itu tidak akan mengakomodasi seluruh honorer di Garut yang berjumlah 4.390 orang.

Bahkan diperkirakan yang bisa ikut CPNS hanya tujuh ratusan orang. Sementara itu, di Pemerintah Kabupaten Garut kuota CPNS yang disediakan untuk pegawai K-II ada 277 slot.

Baca juga: Miris! Maksimal 35 Tahun, Tenaga Honorer K II Tua Gagal Daftar CPNS

“Kuota CPNS tak sebanding dengan jumlah honorer, apalagi ada batas usia untuk daftar CPNS,” kata Cecep.

“Jangan sampai ada yang baru mengajar bisa masuk K-II (kategori dua), sedangkan yang sudah honorer sejak 2005 tidak bisa,” sambungnya.

Sementara itu, di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sebanyak 1.284 eks tenaga honorer K-II terancam tidak bisa mengikuti seleksi CPNS 2018, karena terbentur persyaratan administrasi.

“Kalau dilihat data ada sebanyak 1.284 eks kategori 2 yang tidak lulus di tahun 2013, itu sepertinya tidak ada yang memenuhi persyaratan untuk mendaftar CPNS,” kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Supadi Priatna di Cirebon, Kamis (13/9).

Menurut Supadi eks K-II yang berada di Kabupaten Cirebon diperkirakan tidak ada yang memenuhi syarat, terutama mengenai usia yang ditetapkan 35 tahun.

“Persyaratannya usianya tetap masih 35 tahun dan harus lulus S1 sebelum November 2013, sementara K-II di Cirebon usianya sudah melebihi itu,” ujarnya.

Bagi tenaga honorer K2 di Kota Pekalongan, syarat batas umur itu telah mematikan harapan mereka untuk diangkat menjadi CPNS.

“Kalau syarat itu sudah pasti dan tidak berubah, harapan kami sirna. Hanya ada lima hingga 10 tenaga honorer K2 di Kota Pekalongan yang umurnya masih di bawah 35 tahun. Sakit hati kami, merasa terzolimi,” ungkap Ketua Forum Komunikasi Honorer K2 (FHK2) Kota Pekalongan, Ratno, dikiutip JPNN.com, Jumat (14/9/2018).

Ia menilai perjuangan honorer K2 selama ini seperti tidak berdampak apapun terhadap kebijakan pemerintah.

Lebih baik menurutnya, jika honorer K2 sudah tidak bisa diakomodir menjadi CPNS, mestinya pemerintah menyampaikan sejak awal.

“Perjuangan kami ini sudah luar biasa, ke sana ke mari sejak 2010 berjuang. Tapi tidak ada satupun kebijakan yang berpihak bagi tenaga honorer K2. Selama ini kami hanya diberi janji akan diakomodir tapi hasil akhir tetap saja tidak ada keberpihakan,” tambahnya.