Teka-Teki ‘Pesawat Kiamat’ di Atas Gedung Putih Saat Tragedi Serangan 9/11


SURATKABAR.ID – Serangan teror yang terjadi pada 11 September 2001 atau 9/11 baru saja diperingati Publik Amerika Serikat (AS). Insiden tragis yang menghebohkan dunia itu terjadi saat dua pesawat yang dibajak ditabrakkan ke menara kembar (utara dan selatan) World Trade Center (WTC) di New York. Pesawat ketiga menyerang kompleks Pentagon, sedangkan pesawat keempat mendarat di sebuah ladang.

Menukil reportase SindoNews.com, Rabu (12/09/2018), jumlah korban tewas dalam tragedi itu mencapai hampir 3.000 orang. Al-Qaeda yang waktu itu dipimpin Osama bin Laden menjadi pihak yang disalahkan. Serangan 9/11 juga jadi dalih Presiden George W. Bush untuk mengobarkan perang di beberapa negara, termasuk Afghanistan.

Akan tetapi, sejatinya ada pesawat kelima yang terbang tak wajar di atas Gedung Putih saat serangan 9/11 terjadi. Pesawat kelima yang masih misterius ini mirip pesawat komando serangan nuklir presiden yang dikenal dengan julukan “doomsday jet” atau “pesawat kiamat”.

Secara kompak, media-media utama di AS tidak mengulas misteri pesawat kelima ini. Pesawat besar itu tertangkap kamera berputar-putar di atas Gedung Putih.

John King, salah seorang Jurnalis CNN, menyebutkan kepada pemirsa pada saat siaran langsung saat itu, “Anda biasanya tidak melihat pesawat di area di atas Gedung Putih,” ujarnya.

Baca juga: Misteri Sinkhole Siberia, Inikah Jawaban Teka-teki Segitiga Bermuda?

“Itu wilayah udara terbatas. Tidak ada alasan untuk percaya bahwa jet ini ada di sana untuk tujuan jahat, tetapi Secret Service sangat prihatin,” katanya, seperti dilansir dari reportase DailyStar.co.uk, Selasa (11/09/2018).

 

Seperti diketahui, Secret Sevice merupakan layanan rahasia untuk keamanan presiden dan keluarganya. Di Indonesia, layanan ini dikenal dengan sebutan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Doomsday Jet

Sewaktu rekaman video tentang pesawat misterius itu dianalisa, ada sedikit petunjuk yang mengisyaratkan bahwa itu adalah pesawat milik Angkatan Udara AS. Desain jet jumbo itu benar-benar mirip dengan pesawat Boeing E-4B, “pesawat kiamat” yangg harganya mencapai USD223 juta.

“Doomsday Jet” hanya digunakan sebagai pos komando mobile untuk kelangsungan hidup tokoh-tokoh penting pemerintah Amerika, termasuk presiden.

“Doomsday Jet” dilengkapi dengan teknologi canggih, yang memungkinkannya untuk mengisi bahan bakar di udara dan bahkan diklaim dapat menahan ledakan nuklir.

Dalam rekaman video, terlihat ekor pesawat bergambar bendera AS dengan garis biru di sepanjang sisinya.

Rekaman asli video itu pernah diunggah ke YouTube pada tahun 2007.

“Pemerintah mengklasifikasikan semua yang mereka tidak ingin kami ketahui. Legal atau ilegal mereka melakukan apa pun yang mereka inginkan, mereka berada di atas hukum,” bunyi komentar salah seorang pengguna YouTube.

“Jika ini adalah pesawat yang membuat negara itu terus berjalan, mereka pasti tahu tentang serangan itu,” bunyi komentar pengguna YouTube lainnya, “Ini jelas Doomsday Jet.”

Baik Pentagon maupun Gedung Putih tak ada yang angkat bicara soal misteri pesawat kelima.

Kritik untuk Trump

Sementara itu, saat warga AS memperingati 17 tahun tragedi 9/11, Presiden Donald Trump menuai badai kritik setelah melakukan gerakan mengejutkan selama upacara peringatan untuk para korban serangan 11 September 2001. Dia mengepalkan tinju yang dianggap sebagai gerakan tak sopan.

Trump tiba bersama Ibu Negara Melania Trump di upacara peringatan di Pennsylvania. Sewaktu dia dan istrinya berjalan ke arah kerumunan di Johnstown untuk memberi penghormatan kepada para pahlawan United Flight 93 yang meninggal, Trump tiba-tiba mengepalkan tinjunya.

“Trump memberikan pompa tinju ganda pada sebuah peringatan 9/11 yang menjelaskan mengapa dia tidak diundang ke pemakaman McCain,” kritik pengguna akun Twitter @MrAlanSpencer.

Ekspresi George W. Bush saat mendengar kabar 9/11

John McCain adalah Senator yang juga veteran Perang Vietnam yang meninggal setelah berjuang melawan kanker otak. Selama ini, John McCain berseteru dengan Trump meski keduanya sama-sama berasal dari Partai Republik.

“Pada salah satu hari yang paling serius dalam sejarah bangsa kita, Donald Trump memberikan pompa tinju ganda dan jempol ketika kita berduka bagi hampir 3.000 jiwa yang tewas pada 11 September,” kritik pengguna akun Twitter @SpinDr.

Bush dikabarkan mengatakan “We’re at war” saat mendengar berita 9/11

Sikap berbeda ditunjukkan mantan Presiden AS Barack Obama yang membuat komentar santun untuk menghormati para korban serangan 9/11 dan keluarganya.

Simak videonya seperti didapatkan dari channel CNN di YouTube: