Mengejutkan! Ini Tanggapan Bank Dunia Terhadap Anjloknya Rupiah


SURATKABAR.ID – Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika terus menjadi sorotan masyarakat. Dampak perang dagang Amerika dan China, serta gejolak ekonomi Turki menjadi penyebab utama anjloknya rupiah.

Country Director Bank Dunia Untuk Indonesia, Rodrigo Chavez menyebutkan gerakan pemerintah yang fokus pada dua isu yakni defisit fiskal dan defisit neraca berjalan menjadi pendekatan yang sangat baik dalam rangka mengontrol keadaan.

“Fakta bahwa seluruh pemerintah mempertimbangkan dua isu ini, saya rasa mereka telah merespons dengan sangat kredibel dan dengan pendekatan yang sangat baik untuk mengontrol situasi yang mencuat,” kata Chavez di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Maritim, Senin (10/9/18) dilansir dari Tempo.co.

Selain itu, menurut Chavez, respons baik pemerintah juga tampak dari kerja sama yang antara kabinet dan bank sentral. Kondisi sulit yang tak hanya dihadapi oleh Indonesia ini, menurut dia, dihadapi cukup baik.

Baca Juga: Tak Hanya Bahan Pokok, Harga Plastik Naik 5 Kali Lipat Akibat Rupiah Anjlok

Chavez menilai fundamental perekonomian cukup stabil serta fungsi respons kebijakan publik yang baik. “Bank Sentral tetap independen tetapi bukan berarti tak ada kerja sama,” katanya.

Lebih lanjut, Chavez mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih belum mengubah prediksi terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia yakni sebesar 5,2 persen. “Kami masih belum mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi tetapi saya tidak melihat adanya pernurunan besar saat ini,” ucapnya.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah berakhir melemah 37 poin atau 0,25 persen di level Rp 14.857 per dolar AS kemarin. Pelemahan rupiah itu terjadi setelah sebelumnya mampu ditutup menguat 73 poin atau 0,49 persen di posisi 14.820 pada jumat pekan lalu.

Bank Indonesia juga mengharapkan agar semakin banyak pengusaha yang menukarkan dolar ke rupiah. Gubernur Bank Indonesi, Perry Warjiyo, mengapresiasi pengusaha yang telah menukarkan dolar yang dimiliki ke rupiah. Langkah pengusaha yang mau menukarkan dolar tersebut membuat kondisi pasar keuangan menjadi lebih stabil. Kondisi ini nantinya diharapkan akan terus berlangsung sehingga mendukung stabilitas nilai tukar ke depannya.