Merinding! Sebelum Kecelakaan Maut Sukabumi Terjadi, Kakak Korban Dapat Firasat Ini


SURATKABAR.ID – Sebuah bus milik pihak Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) 1010-00 terjun ke jurang sedalam sekitar 100 meter di Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018) lalu.

Kecelakaan maut tersebut menyebabkan 21 orang tewas. Salah satunya adalah Syaiful Bahri (45) warga Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Syaiful diketahui sebagai seorang guru SD di SDN Semanan 07 Petang, Kalideres. Ia menumpangi bus tersebut dari SND 08 Kebon Jeruk, pada (7/9/2018), sekitar pukul 23.00 WIB untuk mengikuti penutupan diklat di Pelabuhan Ratu.

Terkait kecelakaan yang menewaskan adiknya itu, Ambiah (52) mengaku sempat mendapatkan firasat. Pertanda tersebut ia rasakan sejak dua hari sebelum kabar kematian Syaiful. Menurut Ambiah, selama dua hari saat memasak nasi di rumahnya selalu basah dan basi.

“Kalau istilah orang kampung mah, itu emang ada pertanda kalau ada yang mau meninggal. Namun saya enggak kepikiran, jikalau ternyata adik saya yang meninggal. Sebab, saat dirinya berangkat dalam kondisi sehat. Takdir berkata lain ternyata,” ujarnya, dilansir grid.id, Senin (10/9/2018).

Baca juga: Ouch! Pria Ini Lari Tunggang Langgang Usai Berenang di Laut Gara-Gara ‘Anu’nya Nyeri, Tak Dinyana Ini Penyebabnya

Ambiah mengaku, ia terakhir bertamu Syaiful sekitar seminggu lalu. Saat itu, sang adik mengaki mencari rumah di kawasan Tigaraksa, Tangerang.

“Terakhir ketemu, dia katanya mau cari rumah di Tigaraksa. Kalau di sini kan rumah orangtua, sementara dia tinggalnya itu di Pondok Bahar,” katanya.

Sementara itu, kakak Syaiful yang lain, Dedi Junaedi (50), mengaku mendapat informasi bahwa adiknya merupakan satu-satunya penumpang bus yang tewas di lokasi kejadian.

“Yang saya terima diinformasi itu, dia (Syaiful) duduk di kursi belakang dekat pintu belakang. Dia tewasnya di lokasi kejadian. Sementara itu teman-temannya yang lain selamat,” tutur Dedi.

Dedi mengatakan, pihak Lemhanas juga telah datang ke kediaman orang tuanya untuk mengucapkan belasungkawa.

“Perwakilan Lemhanas sudah datang kemarin ke sini dan mengucapkan duka cita. Intinya itu ada niat baik dari mereka soal kasus ini,” lanjutnya.

Syaiful dimakamkan di pemakaman keluarganya yang terletak tak jauh dari rumah orangtuanya, Sabtu (8/9/2018) malam.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaDidukung 3 Pemilik Media. Pengamat: Jokowi Belum Tentu Menang
Berita berikutnyaMengharukan! Bocah Ini Rela Lintasi 2 Negara Setiap Hari Untuk Bersekolah