Astaga! Sedang Mengajar, Seorang Guru Ngaji Dibacok di Depan Murid


    SURATKABAR.ID – Setelah beberapa waktu lalu terjadi pembacokan terhadap ustad, kini insiden serupa menimpa Ustaz Ahmad Rosadi (32), warga Kampung Suka Damai, RT05/07, Desa Pangkalan, Teluknaga Kabupaten Tangerang. Pembacokan terjadi saat Ustaz Ahmad Rosadi sedang mengajar ngaji di Pondok Pesantren Darul Itida Assalapi, Rabu (05/09/2018) malam kemarin.

    Menurut informasi Kasat Reskrim Polrestro Tangerang AKBP Deddy Supriyadi, pelaku pembacokan bernama Ardat yang merupakan warga sekitar. Namun rupanya, seperti dikutip dari laporan SindoNews.com, Kamis (06/09/2018), antara korban dengan pelaku ternyata masih terjalin hubungan saudara.

    Alami Gangguan Kejiwaan

    “Korban dan pelaku memiliki hubungan saudara, yaitu sepupu. Informasi pihak keluarga, pelaku pernah mengalami gangguan kejiwaan,” ujar Dedy kepada tim reporter, Kamis siang tadi.

    Kendati begitu, pelaku tetap ditangkap oleh petugas kepolisian dan akan dilakukan pemeriksaan. Polisi juga akan memeriksa psikologi pelaku. Jika pelaku sakit jiwa, maka akan dibawa dan dirawat di RS Jiwa.

    “Pelaku sudah dibawa dan diamankan ke Polres Tangerang Kota untuk proses penyidikan. Sementara korban masih dirawat di RSUD Tangerang,” tukas Dedy memberikan keterangan.

    Baca juga: Polisi Tangkap Komplotan Terduga Teroris yang Tembak PJR di Tol Kanci-Pejagan

    Sementara itu, akibat pembacokan ini Ahmad Rosadi mengalami luka bacok yang cukup panjang di belakang. Kepada petugas, Rosadi mengaku tak pernah ada masalah dengan pelaku pembacokan yang masih ada hubungan darah dengannya itu.

    “Saya tidak pernah ada masalah dengan pelaku. Selama ini saya baik-baik saja dengan semua. Saya juga tidak tahu, kenapa pelaku membacok saya,” bebernya menerangkan.

    Penuturan Rosadi, saat insiden terjadi, korban sedang mengajar ngaji anak-anak. Saat itu kira-kira pukul 19.30 WIB, tiba-tiba saja pelaku datang dan langsung membacok kepala bagian belakang Rosadi.

    “Saat itu saya langsung teriak dan lari minta tolong. Anak-anak yang belajar ngaji juga langsung berlarian ketakutan. Warga langsung datang menolong dan menangkap pelaku pembacokan,” tutur Rosadi.

    Selanjutnya, korban dibawa para tetangga ke RS Mitra Husada untuk perawatan. Namun oleh pihak rumah sakit yang bersangkutan, korban kemudian dirujuk ke RSUD Tangerang. Hingga berita ini dimuat, korban masih menjalani perawatan medis.

    Pembacokan di Cirebon

    Sebelumnya, menukil laporan JawaPos.com, pada Maret 2018 lalu, polisi menangkap tiga pelaku penyerangan Ustad Zaini di Kecamatan Ciwaringin, Cirebon. Mereka adalah AF (18), warga Kecamatan Pangurangan, dan dua rekannya MR (17) dan AP (17) warga Kecamatan Arjawinangun. Ketiganya dihadirkan dalam ekspos yang digelar Polres Cirebon, Rabu (01/03/2018) lalu.

    Menurut keterangan dari Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra, kejadian yang menimpa Ustad Zaini ini dikarenakan spontanitas para pelaku yang tengah terpengaruh minuman keras.

    Selain itu, salah satu pelaku saat itu baru putus dari pacarnya hingga akhirnya emosi. Mereka kemudian mabuk dan membuat onar di salah satu salon di Desa Galagamba.

    “Kaca salon itu dilempari dengan batu. Ada toko mainan juga ikut dilempari. Nah, saat bersamaan sekitar 20 meter ada Ustad Zaini yang sedang ke masjid. Salah satu pelaku membacok Ustad Zaini dengan celurit,” ujarnya seperti diberitakan Radar Cirebon (Jawa Pos Group).