Dukung Polisi, Ngabalin Sebut #2019GantiPresiden Sebagai Pengacau Keamanan


SURATKABAR.ID – Tenaga Ahli Utama Deputi IV Kepala Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin memberikan dukungan kepada polisi.

Dukungan ini berkaitan dengan keputusan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar deklarasi #2019GantiPresiden ditiadakan. Menurut Ngabalin, keputusan tersebut patut dipuji.

Selain itu, Ngabalin juga mengklaim bahwa kelompok yang turut melakukan deklarasi #2019GantiPresiden bisa dianggap sebagai ancaman dan tak jauh beda dengan kelompok pengacau keamanan.

“Sikap Kapolri patut dipuji. Itu betul. Karena dia menyelamatkan bangsa dari gerakan pengacau keamanan,” tutur Ngabalin saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa Trans 7, Rabu (5/9/2018), dikutip dari cnnindonesia.com.

Baca juga: Soal Gerakan #2019GantiPresiden, Wanda Hamidah: Kalau Makar, Ya Harus Dibubarkan

Diketahui, aksi #2019GantiPresiden memang beberapa kali memicu kericuhan karena muncul penolakan dari sejumlah kelompok.

Neno Warisman, sebagai pegiat #209GantiPresiden telah dua kali mengalamai pengadangan ketika akan memimpin deklarasi. Pengadangan pertama di Batam, Kepulauan Riau pada Juli 2018 lalu.

Kemudian pada akhir Agustus 2018 kemarin, Neno kembali dihadang saat akan melakukan deklarasi di Pekanbaru, Riau.

Sementara itu, deklarator gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera, langsung membantah tudingan ngabalin soal pengacau keamanan. Menurutnya, gerakan #2019GantiPresiden merupakan wujud gerakan sosial yang memberikan ruang demokrasi bagi rakyat.

“#2019GantiPresiden bagian dari demokrasi, dan ini bukan makar,” tegas Mardani.

Sebelumnya, Ngabalin juga menegaskan bahwa aksi #Jokowi2Periode tak pernah membuat kekacauan dan melakukan provokasi.

“Tidak pernah menggunakan ruang-ruang publik dan mengacaukan. Tidak memprovokasi masyarakat. Mereka selalu membuat di warung, di gedung dan tidak ada yang menantang,” ujar Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (28/8/2018) lalu.

Ngabalin menegaskan, relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu melakukan aksinya di dalam ruangan, seperti di Sentul International Convention Center dan JIExpo. Sedangkan relawan #2019GantiPresiden melakukan aksinya di area terbuka dan dianggap menganggu keamanan.

“Jadi kalau Anda datang di Surabaya, Makassar, Riau, Batam, kemudian orang Batam merasa terganggu, wajib dibubarkan. Kalau perlu langsung diusir. Memang betul harus dijaga bandara, enggak perlu kasih izin masuk,” ujar Ngabalin.