Inalum Segera Akuisisi Freeport, Menteri ESDM: Dapat Pinjaman Luar Negeri

SURATKABAR.IDMenteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan dana investasi PT Inalum (Persero) untuk mengakuisisi saham PT Freeport Indonesia (FI) sudah tersedia.

Menurut Jonan, dana untuk megakuisisi saham FI tersebut berasal dari pinjaman luar negeri.

“Dana investasi Inalum sudah siap, dapat pinjaman luar negeri,” kata Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Republika.co.id, Selasa (4/9/2018).

Direktur Keuangan Inalum, Orias Petrus Moedak menjelaskan, sumber dana berasal dari industri keuangan di luar negeri.

Meskipun tak menyebutkan secara terperinci terkait bank apa saja yang bakal terlibat dalam pendanaan, ia memastikan  dana yang diperoleh dalam bentuk dolar AS.

Baca juga: Soal Klaim Freeport Kembali ke Pangkuan Indonesia, Amien Rais: Kebohongan yang Tidak Ketulungan

“Siapa pun (bank) mau masuk, yang penting dananya offshore. Perbankan di luar negeri. Bank luar negeri juga punya uang yang di dalam negeri. Dananya pokoknya dari luar. Transaksi dolar AS,” ungkap Direktur Keuangan Inalum, Orias Petrus Moedak saat ditemui di sela-sela RDP dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, dilansir Liputan6, Senin (23/7/2018).

Dia menjelaskan alasan menggunakan dana dari luar karena lebih murah.

“Transaksi kan dolar AS, logikanya saya akan lebih murah kalau saya pinjamnya dolar AS,” kata dia.

Selain itu, dia menjelaskan, dengan begitu aliran dana dari luar yang masuk ke dalam negeri akan lebih meningkat.

“Tidak urusan BUMN atau bukan, yang penting dananya asing. Jadi dana luar masuk ke dalam,” katanya.

Dana yang diperlukan untuk membeli saham Freeport Indonesia, yakni USD 3,8 miliar akan berasal dari pinjaman.

Seperti diketahui, batas waktu proses pembayaran untuk menguasai saham FI yakni dua bulan pasca-penandatanganan head of agreement (HoA) oleh Inalum dan Freeport McMoran.

Dalam perjanjian tersebut, Inalum akan mengeluarkan dana sebesar 3,85 miliar dolar AS untuk membeli hak partisipasi dari Rio Tinto di PTFI dan 100 persen saham FCX di PT Indocopper Investama yang memiliki 9,36 persen saham di FI.

“Kan masih sampai akhir September. Semestinya selesai kok,” ujarnya.