Blak-Blakan Ngaku Tak Suka Ceramah UAS, Sudjiwo Tedjo Terbakar Emosi Beri Tanggapan Begini


SURATKABAR.ID – Sebagai pendakwah kondang Tanah Air, ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) selalu ditunggu-tunggu para jamaah di mana pun. Penggemarnya tak hanya di dunia nyata, bahkan di dunia maya tidak sedikit yang setia menantikan live video penceramah satu ini.

Selain dikenal dengan gaya berdakwahnya yang unik, sosok Ustaz Abdul Somad sempat digadang-gadang menjadi calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Prabowo Subianto bertarung memperebutkan kursi presiden dalam Pilpres 2019 mendatang berdasarkan hasil Ijtima Ulama.

Namun baru-baru ini berita tak sedap tengah menerpa ustaz kondang satu ini. Lantaran menerima begitu banyak ancaman serta intimidasi, ia bahkan sampai memutuskan membatalkan agenda ceramahnya di sejumlah daerah.

Seperti yang dilansir dari laman Tribunnews.com pada Selasa (4/9/2018), kabar pembatalan tersebut langsung ia sampaikan melalui akun media sosial Instagram resmi miliknya, @ustazabdulsomad, Minggu (2/9) malam.

Beberapa ancaman, intimidasi, pembatalan, dan lain-lain terhadap taushiyah di beberapa daerah seperti Grobogan, Kudus, Jepara, dan Semarang. Beban panitia yang semakin berat. Kondisi psikologis Jamaah dan saya sendiri,” demikian bunyi pengumuman yang dibuat Abdul Somad.

Baca Juga: Soal Pembatalan Ceramah Karena Ancaman, Cak Imin Ajak Ustad Somad Lakukan Ini

Adapun janji yang dibatalkan adalah beberapa daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, yakni bulan September ceramah di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, dan Kediri. Oktober dakwah di Yogyakarta, Desember UAS memiliki agenda bertemu dengan Ustaz Zulfikar di daerah Jawa Timur.

Menanggapi pengumuman mendadak tersebut, beragam komentar mengalir deras dari para pengguna media sosial yang menyesalkan semakin sulit dan beratnya rintangan yang dihadapi para ulama untuk menyebarkan dakwah.

Terkait pemberitahuan tersebut, tokoh budayawan Sudjiwo Tedjo tak ketinggalan memberikan tanggapannya. Meski mengakui tak satu pendapat dengan banyak ceramah yang dibawakan UAS, namun Sudjiwo Tedjo tetap menilai hak UAS untuk berdakwah tak sepatutnya direnggut.

Melalui akun Twitter-nya, @sudjiwotedjo, sosok budayawan ini mengungkapkan UAS memiliki hak untuk berceramah di depan para jamaah. Dan seharusnya aparat kepolisian yang bertanggung jawab mengambil tindakan tegas jika ada pihak tertentu yang berupaya menyebar kebencian terhadap UAS.

Aku sama sekali bukan pendukung apalagi fans UAS. Bnyk ceramahnya yg aku ndak sependapat. TP jngn sampai hak beliau utk ngomong (di Jatim/Jateng) dihilangkan pihak2 tertentu. Polisi mestinya melindungi UAS dari pihak2 yg mengancam/menekan UAS bila UAS tak membatalkan acaranya,” cuit Tedjo.