Ladies, Waspadai 5 Tanda Kanker Rahim yang Harus Diketahui


SURATKABAR.ID – Kanker rahim merupakan salah satu penyakit serius yang paling ditakuti oleh Kaum Hawa. Berdasarkan data dari badan kesehatan dunia WHO, negara RI merupakan wilayah dengan jumlah penderita kanker rahim yang cukup tinggi. Kanker ini menyerang rahim atau uterus, yakni organ kewanitaan tempat melekatnya embrio saat terjadi kehamilan dan berkembangnya janin.

Mengutip laporan JPNN.com, Minggu (02/09/2018), perlu diketahui bahwa kanker rahim ini berbeda dengan kanker mulut rahim (kanker serviks). Biasanya, kanker serviks menyerang leher atau mulut rahim, sedangkan kanker rahim lebih terpusat pada rongga, dinding, dan otot rahim itu sendiri.

Jenis Kanker Rahim

Sebagai jenis kanker reproduksi yang paling sering ditemukan kasusnya, kanker ini terjadi saat sel sehat yang ada di rahim bermutasi dan tumbuh secara berlebihan, hingga membentuk massa yang disebut dengan tumor, ganas ataupun jinak. Tumor ganas ini berkemungkinan menyebar dan menyerang organ tubuh lainnya, inilah yang kemudian disebut sebagai kanker.

Dari berbagai pembagian jenis kanker rahim, endometrium dan sarkoma uterina merupakan yang paling sering dialami. Kanker endometrium atau kanker dinding rahim merupakan kanker yang menyerang barisan sel yang melapisi bagian dalam dinding rahim (endometrium). Kanker jenis ini juga paling sering ditemukan di rahim, hingga mencapai 95 persen dari kasus yang ada.

Baca juga: Beda dengan yang Dirasakan Pria, Ternyata Begini Mimpi Basah Versi Wanita

Di sisi lain, sarkoma uterina menyerang bagian otot yang menyusun rahim atau jaringan lain yang ada di rahim.

Tanda Kanker Rahim

Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui gejala dan tanda dari kanker rahim. Sebagian pasien dengan kasus kanker rahim datang saat kanker sudah stadium lanjut, sehingga tak banyak terapi yang dapat dilakukan karena kondisi yang sudah parah.

Itulah sebabnya penting bagi Anda untuk dapat mengenali tanda kanker rahim sejak dini agar pemeriksaan dan penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Berikut ini adalah gejalanya:

  1. Keputihan atau perdarahan yang tak normal di luar haid

Banyak wanita menganggap keputihan sebagai masalah yang sepele. Padahal, terdeteksi kanker ataupun tidak, keputihan yang tidak normal sebaiknya diperiksakan ke dokter agar segera bisa ditangani.

Keputihan patut dicurigai jika berbau tak sedap, mengalami perubahan warna dan kekentalan hingga menggumpal, dan disertai gejala lain seperti nyeri atau gatal.

Sembilan dari sepuluh wanita dengan kanker endometrium juga mengalami keputihan atau perdarahan v*agina yang tidak normal, sehingga penting untuk mengenali siklus haid Anda. Jangan-jangan perdarahan yang Anda alami bukan haid, tapi justru gejala kanker.

  1. Kesulitan atau nyeri buang air kecil

Kendati tidak spesifik terhadap kanker rahim, rasa nyeri atau gangguan buang air kecil yang dialami sebaiknya tetap diperiksakan. Gangguan ini bisa disebabkan oleh desakan massa tumor rahim ke arah kantung kemih. Kondisi ini tentu mengganggu fungsi buang air kecil penderita kanker rahim.

  1. Nyeri saat berhubungan intim

Jika Anda merasa nyeri yang tak wajar saat berhubungan intim atau setelahnya, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalaminya. Bisa jadi, keluhan ini merupakan tanda dispareuni yang adalah gejala awal dari penyakit yang lebih serius seperti kanker rahim.

  1. Turun berat badan secara drastis

Kondisi ini merupakan gejala kanker secara umum. Sehingga tidak menutup kemungkinan hanya pada kanker rahim saja. Jika Anda mengalami penurunan berat badan secara drastis dalam waktu yang singkat, meski tak ada perubahan pola makan, segera konsultasikan hal tersebut ke dokter.

  1. Nyeri di bagian perut bawah, punggung bawah, atau kaki

Kelemahan di bagian-bagian tubuh ini dapat terjadi pada penderita kanker rahim jika kanker sudah menyebar ke organ lain di sekitar rahim.

Selain kelima tanda dan gejala di atas, masih ada beberapa tanda lain yang bisa diperoleh melalui pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti pembesaran rahim yang teraba melalui pemeriksaan fisik atau perubahan hasil gambaran USG.

Jika Anda mengalami keluhan terkait organ intim, jangan ragu atau malu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Menunda pemeriksaan sering kali memengaruhi pilihan terapi dan tingkat keparahan penyakit, terutama untuk penyakit seserius kanker rahim.

Cara Pencegahan

Karena penyebabnya yang tidak diketahui secara pasti, kanker rahim juga tak bisa dicegah sepenuhnya. Meski begitu, Anda bisa lakukan langkah-langkah berikut untuk mengurangi risiko terkena kanker rahim, sebagaimana dikutip dari laman alodokter.com:

1. Pertahankan berat badan sehat melalui pola makan dan olahraga

Ini merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah segala penyakit, termasuk kanker rahim. Salah satu caranya yakni dengan berolahraga setidaknya 2-3 jam dalam seminggu dan mengonsumsi makanan rendah lemak dan berserat tinggi.

2. Gunakan kontrasepsi

Jenis kontrasepsi yang terbukti dapat menurunkan risiko kanker rahim adalah pil KB kombinasi yang digunakan dalam jangka panjang. Sedangkan jenis lain yang mungkin dapat membantu untuk mengurangi risiko adalah susuk KB (implan) dan Intrauterine device (IUD) yang mengandung hormon progestogen.

3. Susui anak dengan ASI

Jika kondisi ibu dan anak memungkinkan, susuilah anak dengan ASI. Menyusui dapat menurunkan aktivitas estrogen dan ovulasi.

4. Waspadai penggunaan obat tamoxifen

Tamoxifen merupakan obat untuk menangani kanker p*ayudara agar tidak muncul kembali, namun sayangnya, mengonsumsinya dapat meningkatkan risiko terkena kanker rahim. Konsultasikan mengenai manfaat dan efek samping obat ini, serta pastikan untuk mengonsumsi obat ini sesuai dengan anjuran dan petunjuk dokter.