Dituding Bawa Politik ke Kampus, Sandiaga Beri Tanggapan Pedas


SURATKABAR.ID – Bakal calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Uno mendapat kritik dari sjeumlah pihak. Ia dituding telah berpolitik praktis di lingkungan kampus.

Bahkan, organisasi relawan Joko Widodo, Projo (Pro-Jokowi), meminta agar Sandiaga tak menyeret kampus ke dalam politik Praktis.

Mendapat kritikan tersebut, Sandiaga langsung meresponnya dengan tanggapan tegas. Ia mengatakan, seharusnya aturan tentang larangan berpolitik praktis di tempat-tempat tertentu berlaku adil untuk semua pihak.

“Jadi kalau kita mau menerapkan, itu harus menerapkan secara jangan tebang pilih. Semuanya,” tegas Sandiaga di Jalan Jenggala, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (2/9/2018), dilansir detik.com.

Baca juga: Antara Kiai Ma’ruf dan Sandiaga, Tak Disangka Yusuf Mansur Pilih yang Ini

Sandiaga melanjutkan, sebenarnya aturan itu juga berlaku di tempat-tempat pemerintahan. Namun, hal ini tak bisa diterapkan karena nantinya pemerintah akan kesulitan menyampaikan pencapaiannya.

“Tapi ini bagian pengingat kita. Karena ruangan pemerintah juga tidak boleh dipake untuk pencapaian-pencapaian. Kita jangan sampai saling serang menyerang. Kita gunakan ini untuk saling merangkul, masyarakat sudah pintar sendiri, sudah dewasa, sudah matang kok. Jadi saya terima kasih sudah diingatkan,” tutur Sandiaga.

Tak hanya menanggapi kritikan tersebut, Sandiaga mengaku bahwa dirinya paham aturan tentang kampanye dan larangan berpolitik praktis di sejumlah tempat tertentu. Ia pun mengatakan datang ke kampus untuk memberi motivasi pada mahasiswa.

“Semuanya berawal dari niat. Niat saya memberi motivasi dan itu kampus yang mengundang, materinya adalah materi kewirausahaan dan kuliah perdana dan saya ini paham aturan. Saya ngerti sekali karena saya pernah mengikuti selama dua tahun Pilkada dan mana yang boleh, mana yang tidak. Jadi saya apresiasi diberikan pengingat, reminder,” imbuhnya.

Sandiaga juga sempat mengatakan bahwa pengkritiknya merupakan pendukung dari “partai sebelah” yang mengusung pak presiden dan pak kiai.

“Terima kasih dan rata-rata partai sebelah, partai-partai atau pendukung tentunya dari sahabat kita pak presiden dan pak kiai yang mengkritik, kita terima dan itu bagian dari tugas mereka kan.” katanya.

Dia pun kembali menegaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah memenuhi undangan untuk memberikan pencerahan pada mahasiswa.

“Kalau misalnya ada yang dilanggar tentunya tidak boleh dilakukan. Tapi ini merupakan undangan dan materinya materi pencerahan untuk mahasiswa dan diapresiasi oleh mahasiswa,” sambung Sandiaga.