Kasus Video Panasnya Kembali Mencuat, Tanggapan Luna Maya Mengejutkan


SURATKABAR.ID – Kasus dugaan video panas yang melibatkan artis Ariel NOAH, Luna Maya dan Cut Tari beberapa waktu belakangan kembali dibicarakan.

Kasus tersebut sebenarnya sudah mulai dilupakan oleh masyarakat. Tapi, tiba-tiba ada pihak yang mengajukan praperadilan terhadap kasus video Luna dan Tari.

Video yang beredar pada 2010 silam itu sempat menggegerkan dunia hiburan tanah air. Apalagi, kala itu Ariel, Luna, dan Tari tengah naik daun.

Setelah 8 tahun berlalu dan kasusnya kembali mencuat, Luna mengaku tak ambil pusing. Wanita 35 tahun ini mengaku bahwa manis pahitnya kehidupan membuatnya banyak belajar.

“Banyak banget, you know lah ya pelajaran hidup saya, ya kalian tahu lah, tapi the good thing is, saya bisa begini sekarang karena perjalanan hidup saya,” ujar Luna saat ditemui di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018), dikutip dari viva.co.id.

Baca juga: Ternyata Sandra Dewi Lakukan Hal Ini Kepada Anaknya Sebelum Ditinggal Pergi

Menurut Luna, meski tak sedikit yang menganggapnya hina, pengalaman tersebut malah membuat hidupnya makin menarik.

“Mungkin banyak orang yang ngerasa kayak saya tuh gimana banget, hina atau gimana, tapi setidaknya dengan apa yang banyak banget dari yang dulu sampai sekarang ini, saya cukup menjalani kehidupan seperti roller coaster, jadi menarik juga ya, panjang lah,” lanjut Luna.

Luna juga mengaku kini tak lagi terganggu dengan kasus video panas yang saat ini kembali mencuat. Ia mengaku sudah tak peduli lagi dengan kasus tersebut dan memilih untuk menjalaninya.

“Enggak sih biasa aja, saya mah udah enggak peduli yang gitu-gitu, jalanin aja, kalau ada yang mau membantu Alhamdulillah kalau enggak juga ya enggak apa-apa. Saya lihat ke depan aja,” tuturnya.

Diketahui, kasus tersebut sempat mandek. Luna dan Tari hanya berstatus tersangka selama bertahun-tahun tanpa ada pengembangan kasus. Bahkan, belum pernah di proses ke meja hijau.

Kini Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) mengajukan praperadilan dan meminta kasus tersebut dihentikan.

Pihak LP3HI meminta agar hakim memerintahkan Kapolri menerbitkan surat perintah pemberhentian penyidikan (SP3) agar kasus tersebut tak dibiarkan dalam waktu yang sangat lama.